Beranda > Omongin film > Terminator Salvation: ide lama dalam cerita hambar

Terminator Salvation: ide lama dalam cerita hambar

terminator_salvationFilm: Terminator Salvation (21 Mei 2009, waktu rilis US)
Sutradara: Mcg
Pemain: Christian Bale (John Connor), Sam Worthington (cyborg, Marcus Wright), Anton Yelchin (young version dari Kyle Reese).

Yang suka mengikuti perkembangan sekuel film ini -sekarang sekuel film keempat Terminator (The Terminator, Terminator 2: Judgement day, dan Terminator 3: Rise of the machine), mungkin ingin merasakan sedikit kilasan yang terbentuk di kepala anda. Pertanyaan-pertanyaan yang  muncul, seperti bentuk dan model baru robot apa yang akan ditampilkan? Apakah Arnold Schwarzenegger tampil lagi seperti di film pertama dan sekuel selanjutnya? Karena Arnold adalah ikon dari film Terminator dengan quote-nya yang terkenal “I’ll be back” dan “astalavista baby”. Atau apakah manusia telah benar-benar memenangkan pertarungan dengan mesin?

Karena film sekuel, mungkin nyaman kalau ada referensi dari film sebelumnya, Terminator 3. Tapi ini film lama dan tayang 6 tahun lalu, jadi saya agak kesulitan dengan sambungan cerita apa yang mungkin sebenarnya belum terungkap di film sebelumnya dan kemudian dijelaskan di film terminator salvation ini. Pikir saya, film yang baik akan mengajak penontonnya membangkitkan memori lama, tapi di film ini tidak!

Plot film dimulai dengan seting waktu 2003, saat Marcus Wright dihukum suntik mati dan secara tertulis akan mendonorkan tubuhnya ke Cyberdyne System. Setahun berikutnya, Skynet (sistem mesin yang menghancurkan manusia) aktif dan film lalu maju ke tahun 2018. John Connor menyerang sebuah markas Skynet dan mengetahui di markas tersebut persiapan pembuatan Terminator baru dengan melibatkan eksperimen dari tawanan para manusia. Bersamaan dengan hancurnya markas itu, muncul Marcus yang selamat dari reruntuhan serta berjalan menuju LA.

Dalam cerita awal film ini ada aksi helikopter yang dipiloti John jatuh. Dipertontonkan adegan dari sudut pandang penumpang helikopter. Dari mulai melayang-layang di udara sampai jatuh ke tanah. So, serasa ditawarkan bagaimana rasanya jatuh dari pesawat. Selain itu ada adegan melawan T600 yang lumayan keren.

Hasil dari penyerangan markas skynet tersebut terungkap cara untuk “mematikan” para robot. Yaitu dengan mengeluarkan sinyal radio yang seakan memerintahkan robot untuk mematikan mesin dari pusat komando para robot. Kemudian, disepakati akan menyerang markas Skynet di San Fransisco empat hari kemudian karena ada daftar tembak mati bagi para pemberontak. Urutan nomor 2 adalah John Connor, sedangkan urutan ke-1 adalah Kyle Reese (ayah masa depan John: rujukan The Terminator, 1984). Akan tetapi, para pemimpin pemberontak tidak mengetahui pentingnya Kyle Reese dalam melawan Skynet.

Dalam perjalanannya ke LA, Marcus yang tidak tahu apa-apa bertemu dengan Kyle dan Star (anak kecil perempuan yang bisu) setelah selamat dari T600. Lagi-lagi aksi menegangkan kurang terlihat. Tapi, bagi anda yang suka dengan detil robot T600, anda akan terpuaskan. Selanjutnya Kylee menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ke Marcus. Dari siaran radio, mereka keluar dari LA untuk mencari para pemberontak. Akan tetapi, Kylee dan Star tertangkap setelah pertarungan dengan robot dan mereka digiring ke markas skynet. Kemudian Marcus bertemu pilot Blair (which is a she) untuk melanjutkan perjalanan menemui John. Karena terkena ranjau darat magnet di sekitar markas John (karena musuh mereka adalah robot dan pasti terbuat dari logam yang bereaksi dengan magnet), Marcus harus dioperasi. Di sinilah terungkap siapa Marcus sebenarnya sehingga bisa hidup sampai 2018. Alasan saya menjelaskan ranjau darat magnet karena ini petunjuk awal mengapa Marcus bisa terkena ranjau itu. Ya, Marcus kini adalah seorang cyborg (paduan mesin dan jaringan manusia) dan tentu saja Marcus shock karena percaya selama ini ia manusia utuh yang mempunyai kesempatan untuk hidup lagi! Namun, di kehidupan yang kedua ia terlahir sebagai cyborg.

Lihat! Di sini ada dua bagian subcerita yang terasa campur aduk antara usaha John untuk memerangi Skynet dan penelusuran indentitas asli Marcus, yang keduanya begitu menonjol. Dan menurut saya, hal ini begitu dipaksakan dan menelan terlalu banyak adegan sehingga drama film ini terasa hambar.

John tidak percaya Marcus manusia karena ia yakin Marcus adalah cyborg yang akan membunuh dirinya seperti yang diceritakan oleh film-film Terminator sebelumnya. Namun akhirnya John mengetahu keberadaan Kyle dari Marcus. Melalui tape radio, Sarah Connor membertitahu masa depan dan menegaskan bila John bingung maka “follow your heart” . Sebuah prinsip yang menjadi ikon umum dari film-film barat dan menurut saya bisa fatal bila salah digunakan. Mendengar kata hatinya, John melepaskan Marcus agar bisa melepaskan Kylee yang ditawan di markas Skynet.

Perintah para pemimpin pemberontak untuk menyerang markas Skynet secara bombardir total dan menghiraukan para tawanan di hari H ditolak John untuk menyelamatkan Kylee. Berkat bantuan Marcus, John bisa masuk ke ruang tahanan dan mengeluarkan para tahanan lainnya termasuk Kylee. Di saat itu juga Marcus mengetahui asal musabab dan tujuan ia dijadikan cyborg dari komputer pusat komando robot. Ia adalah robot mata-mata yang berkemampuan manusia hanya untuk membunuh John. Tapi Marcus menolak menjadi Cyborg suruhan untuk membantu Skynet. Ia kemudian bertarung dengan T800 agar John dan Kylee bisa keluar. Menarik T800 yang muncul adalah sosok Arnold yang sempat diceritakan di Terminator 3. Awas, ia muncul dengan -biasa- TELANJANG! Bagi yang bawa anak-anak dihapkan bimbingannya. Tapi, tidak jorok kok, tertutupi bayangan xixixixi. Setelah browsing sana-sini, ternyata sosok Arnold dalam T800 hanya CGI atau efek film saja.

Walaupun sinyal radio yang diyakini senjata ampuh melawan skynet adalah tipuan taktik dari skynet sehingga markas pemimpin pemberontak (di kapal selam) hancur, namun markas skynet akhirnya bisa dihancurkan. Akan tetapi, john jantungnya rusak dan Marcus bersedia mendonorkan jantungnya karena berharap John memiliki kesempatan kedua dalam hidupnya. The end.

Filmnya terasa kurang greget! Sekali lagi, dramanya tidak terlihat sehingga aksi-aksi maut duel antara mesin dan manusia terasa hambar. Hanya suara-suara keras dan gerakan-gerakan kamera yang terlalu cepat. Kecuali, jika anda ingin mengalami benturan-benturan keras dan suara peluru serta bom-bom yang dahsyat. Serta kayanya aksi tarung seakan tak berhenti dari awal film sampai akhir, sampai tuli telinga dibuatnya. Apalagi jika menonton di bioskop yang sistem suaranya oke. Saya nonton di XXI, wuih apa gak jebol tuh speaker, saat suara hentakan dan ledakan bom berkali-kali menggetarkan kursi!

Sayangnya, film sains fiksi ini tidak menawarkan ide cerita yang baru. Saya seakan menonton perulangan film saja. Ditambah dengan keseluruhan cerita film yang terasa hambar. Tampaknya akan ada lagi sekuel film Terminator pada tahun berikutnya, tapi saya sudah skeptis untuk mau menontonnya lagi!

About these ads
Kategori:Omongin film
  1. 30 Mei 2009 pukul 22:22

    Ieu hasil kopi faste atawa resensi sendiri?

    Ieu hasil kopi faste atawa resensi sendiri?

    hasil sendiri…lihat film plus referensi dari lainnya biar faktnya akurat….
    makasih ya atas kunjungannya

  2. sakainget
    31 Mei 2009 pukul 10:19

    ieu jigana asli hasil pemikiran berminggu2.. meni panjaaaaaaang pisan caritana. rarasaan teh teu anggeus2 film terminator nya – salah2 ngke kawas cinta fitri season 1,2,3,4 atawa tersanjung kitu… eniwey trims atas kunjungannya di blog sakainget

    meni panjaaaaaaang pisan caritana

    panjaaaaang da jiga jalan hehehehe….mun henteu untung jigana moal diterusken caritana …sama2 makasih juga atas kunjungannya

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: