Beranda > Renungan > Cerita Hikmah (1)

Cerita Hikmah (1)

bismillah

Salah seorang muallaf yang menjadi jamaah majlis syifa, suatu hari pernah punya kesusahan yang melebihi batas kemampuan finansial dan tenaganya. sebut saja pak sofyan. Ia punya istri yang sakit jantung (atau paru-paru…? saya lupa persisnya) yang agak-agak aneh yang mengharuskannya dirujuk ke rscm. Beliau mengaku, hari itu mendapat keajaiban dua kali sebab pasrah sama Sang Maha.

Ceritanya, ketika ia tahu istrinya kepayahan sakitnya, sedang sadar ia engga punya uang untuk ke rscm jakarta apalagi berobat, ia langsung menghadap Allah. Ia bangun hampir empat malam berturut-turut menjaga malam [tahajjud] hingga kemudian ia bawa istrinya ke rumah sakit terdekat. Ia bermunajat kepada Illahi Rabbi, bahwa ia pasrah dengan apa yang terjadi. ditambah lagi ia menjalani puasa. ia yakin betul, dengan menjalani tahajjud dan puasa (karena sedekah uang atau harta tidak bisa), ia bisa beroleh rahmat dan maunah [pertolongan] dari Allah. Dan keyakinannya terjawab.

Ketika mendapat surat rujukan dari dokter praktek di rumah sakit terdekat, ia bicara sedikit, “dok, bisa ga entar-entaran bawa ke rscm-nya?” dokter itu menjawab, “terserah bapak. semakin lama dibawa ke rscm, istri bapak semakin tidak terjamin kesembuhan dan keselamatan hidupnya.” dokter itu nanya lagi, “emangnya kenapa gitu …?” dokter ini engga nyangka dari tampang keturunannya, kalau pak sofyan ini orang susah, maklum muallaf. “saya harus ngumpulin dulu uang dulu cari pinjaman dululah buat ke jakarta…? jawab pak sofyan.

Pembicaraan ini didengar oleh dokter praktek yang lain, seorang dokter muda. kebetulan ia orang jakarta, dan kebetulan lagi tidak ada tugas. langsung saja dokter muda ini menyahut, ”oh kalau masalah itu mah, biar bapak numpang sama saya saja. nanti saya antar langsung ke  RSCM.” Allahu Akbar,  Allah Mahabesar. Tawaran ini membuat pak sofyan sudah cukup membuat air matanya menetes.

Dan, yang luar biasa, dokter muda lulusan trisakti ini kemudian menawarkan pak sofyan ke dokter kenalannya yang bersedia menanggung semua biaya pengobatannya. Dengan syarat menandatangi blanko pernyataan bahwa dokter tersebut yang menangani penyakit yang diderita istrinya. Ia mengaku, pernyataan pak sofyan amat mendukung legalitas kedokterannya lebih lanjut.

Begitulah. pak sofyan mendapatkan keajaiban dua kali sebab ia menghadapkan persoalannya kepada kebesaran Allah. Allah memang Mahakuasa. Dan pak sofyan sedang menunggu keajaiban-keajaiban yang lain, yaitu menunggu kesembuhan istrinya. 

Dari buku Kun Fayakun karya ustad Yusuf Mansyur dengan pengubahan seperlunya.

About these ads
Kategori:Renungan
  1. 14 Juli 2014 pukul 23:08

    Really no matter if someone doesn’t know after that its up to other users
    that they will assist, so here it occurs.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: