Beranda > Cuap-cuap > Saudara baru?!

Saudara baru?!

Dateng, ketemu Trija, pergi ke lobi, ketemu bapaknya, saling sapa, chek in…ahhhh tiduran.

Magribnya. “Di ikut aja ke acara midodareni”

“Apaan tuh?”

“Ketemuan ama keluarga Tissa, silaturahmi.”

“Oooh”

“Kalo mau ikut harus pake batik!”

“Oke, ayo” Dijawab dengan mantap.

Kemudian, aku dikenalkan sama saudaranya, om-nya, sepupu, kakak/teteh yang kebetulan berada di ruangan kita ngobrol.

Aha, jadi tau deh rumah Tissa! Pikirku.

Aku ikut rombongan bareng om-nya Trija pake mobil mitsubishi kuda. Yang nyetir anaknya atau sepupunya Trija, cewek. Tidak lama 10 menit kemudian aku lihat plang perumahan yang kini terlihat. Waw rumah elit, nih. Kota Araya. Kita tidak langsung masuk ke rumah dan berhenti di depan gerbang perumahan untuk menunggu mobil rombongan yang lain. Kata Intan, sang sopir, rombongan yang lain belum datang dan tidak tau lokasi rumah tujuan.

Beberapa menit kemudian, mobil bergerak lagi ke lokasi karena jam sudah menunjukkan jam 8 malam yang berarti acara mau dimulai. Kita susuri jalan-jalan perumahan. Kamu yakin jalan ke sini? Tanya Bapaknya Intan. Ya, kemarin sudah ke rumahnya. Lalu, di ujung jalan terlihat parkiran mobil-mobil. Tuh bener kan ke sini. Tuh, itu tendanya. Imbuh Intan. Benar saja ada petugas parkir, dan banyak tamu yang hadir. Intan berusaha mencari tempat parkit di antara sekian banyaknya mobil, sembari memutar sebuah lapangan kecil menuju tepat ke hadapan jalan rumah. Kok, tamunya kita gak pada kenal!? Seru Ibunya Intan. Trus, rombongan Trija mana? Tersirat kepanikan tapi keluar dengan nada yang datar.

“Ibu mau melayat?” Kata salah satu orang yang kayaknya petugas parkir di situ.

“Waduh salah tempat rupanya!”.” Kita mau ke acara midodareni Pak!”

“Itu ada di rumah sebelah” Orang itu tersenyum.

“Pantes. Kita patokannya tenda sih. Alah…kita muter lagi Pa”

Kita lalu muter dan risau hilang setelah belok ke jalan yang kita lewati tadi karena melihat mobil rombongan Trija. Lah, itu mereka! Semua turun dan di perempatan jalan terlihat ada dua tenda saling berhadapan, yang hanya dipisahkan satu rumah, dan sama-sama warna putih, tapi beda acara. Kok bisa ya. Satu rumah mau acara nikahan, yang satunya tahlilan!? Aneh.

Semua rombongan sudah lengkap dan kita bareng ke rumah Tissa yang hanya beberapa meter di depan. Kita berjalan dengan santai tanpa terburu waktu. Kalo telat sih sudah biasa, apalagi acara-acara kayak gini.

#

Mendekati pagar kita distop ama tiga orang perempuan. Satunya ibu dan dua lainnya gadis. Bertiga berseragam serasi. Petugas nikahan nih. Ada rasa kagum, acaranya diatur dan dikelola secara rapih.

“Ya, baris. Trija di tengah, Bapak sama teteh mendampingi” Komando ibu ini terdengar jelas. Lalu kedua gadis tadi menyerahkan satu-satu seserahan.

“Yang gadis. ya ini. Hemm … yang  laki mana?

Seserahan mulai dibagikan untuk dibawa oleh rombongan kita.

“Ya, kamu yang muda”

????

Me???

“Ayo…maju! Cuman kamu yang termuda dari rombongan laki-laki” Salah seorang saudara Trija ngomong ke aku. Yah, kepaksa deh bawa tuh seserahan. Tidak lupa, posisi tanganku direcoki agar lurus oleh si Ibu tadi untuk membawa seserahan.

Mc menyambut kami dengan ucapannya yang keras karena pake sound system. Dia pun memulai “upacara” secara resmi. Yah aku ikut saja. Kami masuk pintu dengan satu-satu. Kursi di ruangan sudah tersedia. diatur secara rapi berjejeran. Keluarga Tissa sudah menunggu dan duduk di kursinya masing-masing. Yang khusus, kursi-kursi tersebut diletakkan sedemikian rupa sehingga tamu dan tuan rumah saling berhadapan yang hanya dipisahkan oleh meja yang berisi makanan.

Serahan sudah diterima, rombongan kita sudah duduk, mc pun melanjutkan acara ke bagian selanjutnya … bla- bla bla.

Hey, kamu ngeh nggak sih. Hey, Adi ngapain kamu di situ? Tuan rumah memakai baju terbaik mereka. Batik terbaik, gaun terbaik, bendo terbaik. Kamu, batik seadanya disambung jeans ama sepatu sket lagi! Enggak malu!

Diammmm….aku nyadar! Dasar Trija! Katanya cuman ketemuan doang, gak formal gini. Saat itu aku cuman mau melihat sepatu-sepatu orang ama kaki-kaki kursi di ruangan. Tunduk. Tak berani menatap wajah-wajah yang pikirannya mulai meledek. Siapa kamu, gak sopan banget sih! Ahhh salah kostum nih. Merah gak ya mukaku!? Di shoot lagi ama kamera video!!! Arrgggh….

“Kini saatnya saling memperkenalkan diri dari pihak keluarga” Mc menyeruak di antara gerutu-gerutuku.

???????

Hei aku bukan keluarga, bukan juga saudara…apa baru saja jadi saudara baru!?

Satu-satu rombongan tamu diperkenalkan oleh om-ny Trija yang bertugas sebagai wakil dari pengantin laki-laki …

Duh…kena nih. Ketaun nih. Dah salah kostum…Ahhh sebentar lagi giliran aku!!!

“Selesai. Cuman itu saja keluarga Trija yang bisa hadir di acara midodareni ini karena adanya kealfaan yang bisa kiranya tuan rumah untuk maklumi. Kami keluarga besar yang ada di mana-mana. Paling jauh adalah saudara kami dari Binjai Sumatra Barat” .

Ahhhhh … amaann.

Tiba-tiba “Hei ini ada satu lagi belum” Bapak di sebelahku bicara dengan keras. Si Om pun melirik ke arahku.

Saya temen kantor bukan keluarga, bukan saudara..bukan siapa-siapa. Gimana sih!?

“Oh ya ini … siapa kamu, Dek?” Sambil menjauhkan mik dari mulutnya.

Sambil duduk aku hanya bisa bicara lemes, “Saya temen kantornya Trija dari Bogor”

“Ah ya, temennya yang baik ikut ke acara ini” lanjut si Om. “Namanya?”

#

Kini acara pun berlanjut dengan memperkenalkan dari keluarga pengantin perempuan. Pyuh…..keringat dingin dah lepas. Makin lemes. Aku hanya bisa teriak …Trijaaaaaa…

Malam jam 11 tiba di hotel langsung tidur dehhh…puless.

Tapi, sebelum tidur aku hanya bisa tersenyum miris saat si Om memperkenalkan aku, salah satu perempuan dari tuan rumah berteriak

” Masih lajang ya!!!”

Yang disambut tawa oleh seisi ruangan. Fakta memang menyakitkan. Moga aku mimpinya berbeda dari yang tadi, enggak mau diulang apa lagi re-run.

Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.

Kategori:Cuap-cuap
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: