Beranda > Cuap-cuap > La Tahzan: Ya Allah!

La Tahzan: Ya Allah!

Sangat berat rasanya untuk memikirkan nasib Ibu Prita dan sebagai blogger, saya hanya bisa menyebarluaskan pesan berantai sebagai dukungan. Juga melekatkan banner dukungan di blog ini. Itu saja. Saya tidak bisa datang ke pengadilannya. Tidak memberinya donasi. Tidak ikut secara fisik membantunya. Ini semua karena masalah geografis -walaupun alasannya klise.

Mudah-mudahan, semua kebaikan kembali pada Ibu Prita dan hidupnya balik normal apa adanya. Karena hari ini, 11 Juni 2009, Pengadilan Negeri Tangerang mencabut Prita sebagai tahanan kota.

Tapi ada satu persamaan yang merekatkan saya dan dia, yaitu masalah. Dalam wawancara kepada TV One, ketika masalahnya tidak memiliki celah keluar dia mengaku melihat dan merasakan sendiri keajaiban yang diberikan oleh Allah. Penolong “utusan” Allah itu datang dan membawa solusi. Subhanallah! Bukankah setiap orang ingin mendapatkan keajaiban atau mukjizatnya sendiri. Bahkan, kita pun niscaya menginginkan keajaiban selalu menemani kita. Laksana bayangan di teriknya siang dan pelita di gelapnya malam.

Baik masalah besar atau kecil -sesuai definisi masing-masing- namun pada akhirnya sebagai orang yang beriman tahu bahwa Allah-lah tempat kita kembali. Kita masih punya Allah. Dan sebagai orang beriman, itu adalah sebaik-baiknya pilihan. Pilihan itu masih terbuka sebelum raga ini mati.

Saya terpuruk. Berbuat khilaf. Kecewa pada ketentuan yang terjadi. Membayangkan betapa dungu dan bodohnya diri ini. Dan ini … dan itu …

Ah … sudahlah ….

Saya ingin kembali disemai rahmat dan rahim-Nya. Lalu buka kembali buku La Tahzan dan menuliskan lagi isinya -semoga kebaikan tercurah pada DR. ‘Aidh al-Qarni – sebagai pengingat bahwa masih ada Allah sebagai tumpuan untuk diri saya dan kita semua.

#

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: “Ya Allah!”

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus anda pikul, menyerulah: “Ya Allah!”

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan keimanan.

Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.

Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah engkau sebagai pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan penolong.

Kategori:Cuap-cuap
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: