Beranda > Iman dan sains > Ada Bakteri di Ruang Angkasa

Ada Bakteri di Ruang Angkasa

Sumber: Percikan sains dalam al Quran: menggali inspirasi ilmiah

oleh Ir. H. BambangPranggono, MBA, IAI. Bandung, Ide islami 2005

(buku bagus !!!!!)

Dia yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu dia bersemayam di atas Arasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya, dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan.

(Q.S. Al Hadiid[57]:4)

Koran The Straits Times terbitan Singapura tertanggal 1 Agustus 2001, menampilkan berita mengenai penemuan terbaru para ilmuwan dari Universitas Cardiff, Inggris. Mereka berhasil menemukan bakteri yang didapati hidup di atmosfer pada ketinggian yang sangat jauh di atas permukaan bumi. Sedemikian tingginya sehingga berindikasi kuat bakteri tadi berasal dari angkasa luar. Para ilmuwan itu menyebutnya sebagai bukti identifikasi positif pertama tentang adanya kehidupan di luar bumi kita.

Walaupun sudah banyak menjadi judul film khayalan-ilmiah (science-fiction), sejauh ini teori mengenai mahkluk hidup di angkasa luar diperkuat oleh catatan-catatan laporan para saksi mata yang mengaku melihat piring terbang, UFO, atau alien (makhluk asing dari langit). Ketua tim ilmuwan, Profesor Chandra Wickramasinghe yang merupakan guru besar Astronomi dan Matematika Terapan di Universitas Cardiff, Inggris, menyampaikan temuan ini dalam sebuah konferensi internasional tentang kedatangan bakteri-bakteri dari luar angkasa ke bumi bisa dikembangkan menjadi teori yang evolusioner. Peneliti yang dilakukan adalah denagn mengirimkan balon dengan perlengkapan canggih ke lapisan atmosfer bumi dari sebuha fasilitas riset di kota Hyderabad, India.

Pada ketinggian 41 kilometer –dua kali lebih tinggi dari percobaan yang pernah dilakukan oleh NASA (Lembaga Ruang Angkasa Nasional Amerika Serikat) dan lebih tinggi dari daerah yang disebut tropopause, perbatasan antara troposphere (lapisan atmosfer terbawah) dengan stratosphere –peralatan balon tadi mengambil sampel/contoh udara untuk diteliti. Peralatan otomatis dari balon tadi telah menjaga tabung berisi sampel udara dalam keadaan steril sampai ke bumi untuk mencegah kontaminasi. Kemudian di laboratorium, sampel udara tadi dibubuhi zat pewarna fluorescent yang hanya diserap oleh membran dari sel-sel yang hidup untuk mendeteksi ada tidaknya organisme hidup di dalamnya. Selanjutnya, dilihat melalui mikroskop elektron. Ternyata, tampak gugusan mahkluk hidup berbentuk koral batu karang berdiameter 5 sampai 15 mikrometer tersebar dalam sampel udara tadi.

Susunan kepadatan bakteri di dalam sampel yang diambil dari ketinggian yang berbeda-beda ini, menunjukkan bahwa bakteri-bakteri tadi turun dari angkasa luar dan bukan terlempar ke atas dari bumi. Apalagi didukung oleh fakta bahwa lapisan tropopause adalah batas paling atas di mana udara dari muka bumi mengalir ke sana, sedangkan bakteri tadi ditemukan jauh di atasnya. Jadi, kesimpulan tim ilmuwan Universitas Cardiff ialah bahwa bakteri tadi datang “menyerbu” dari angkasa luar.

Menurut koran The Guardian, London, ada sebagian pendapat ilmuwan lain yang skeptis dan mengatakan bahwa bakteri itu berasal dati bumi, tetapi mereka tidak mampu menjelaskan bagaimana caranya bakteri itu bisa sampai berada di tempat yang sangat tinggi. Sementara itu, saat ini sedang dilakukan pengembangbiakan bakteri angkasa luar tadi di laboratorium Pusat Astrobiology Universitas Cardiff di bawah pimpinan Profesor David Lloyd untuk menganalisis kode genetika atau DNA-nya.

Penemuan-penemuan dalam penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut.

. Tahun 1971. Satelit Mariner-9 yang mengorbit di Planet Mars, mengirimkan foto-foto permukaan planet itu. Di sana tampak berlusin-lusin saluran/kanal yang berkelok-kelok sehingga para ilmuwan menduga bahwa kanal-kanal itu terjadi oleh kikisan air yang mengalir dan adanya air menunjukkan adanya kehidupan di Planet Mars.

. Tahun 1995. Ditemukan planet pertama di luar tata surya kita. Temuan ini meningkatkan kemungkinan adanya planet yang mirip bumi mengitari matahari nun jauh di galakasi lain.

.Tahun 1996. Para ilmuwan NASA menyatakan bahwa sebuah meteorit berbentuk buah pir yang jatuh di Antartika 13.000 tahun yang lalu menunjukkan bekas-bekas guratan mikroskopik yang diduga kuat berasal dari sejenis organisme hidup di Planet Mars. Pernyataan ini menyulut debat ilmiah tentang kemungkinan adanya kehidupan di planet itu 3,5 miliar tahun yang lalu.

. Tahun 2000. Para ilmuwan menyatakan bahwa mereka menemukan bukti adanya air mengalir di plamet Mars. Hal ini meningkatkan peluang akan adanya bentuk-bentuk kehidupan primitif di sana.

Surat al Hadiid (57) ayat 4 di atas membberi isyarat tentang adanya sesuatu yang turun dan naik ke langit. Dalam berbagai kitab tafisir yang ada, para mufassirin menerangkan bahwa ayat tadi menandaskan luasnya ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Sedangkan detail tentang “apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya” ditafsirkan dalam dua jenis:benda-benda fisik dan benda-benda gaib.

Sebagian ahli tafsir mengartikan bahwa yang turun dari langit ialah hujan dan salju sedangkan yang naik ke langit adalah uap dan asap. Ahli tafsir yang lain menyebutkan bahwa yang turun dari langit adalah malaikat dan wahyu sedangkan yang naik adalah amal saleh, roh, dan doa orang yang tertinda. Tafsir ini tentu tidak memuaskan kita yang hidup di masa kini. Yang turun dari langit ternyata bukan hanya hujan dan salju, tetapi bisa meteor, radiasi, partikel, bakteri, bahkan bisa saja mahkluk asing dari angkasa luar…! Subhanallah.

Firman Allah Swt. Dalam Surat Al Hajj (22) ayat 18,

“Tidakkah kamu tahu bahwa kepada Allah bersujud siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, binatang melata, dan sebagian manusia…”

Tafsir klasik mengartikan bahwa yang dimaksud dengan siapa yang di langit adalah para malaikat, sebagaimana ditemukan dalam banyak hadis tentang malaikat yang tugasnya khusus bersujud terus-menerus. Namun, cara Allah menyebut lagi secara khusus, …wa katsirun minannasi “ dan sebagian besar manusia”, secara eksplisit mengisyaratkan bahwa bukan hanya menunjuk kepada mahkluk bernyawa yang bisa sujud, bukan hanya malaikat. Allahu Akbar.

Dengan demikian, seharusnya umat Islam yang berpikir sudah bisa menduga akan kemungkinan adanya kehidupan di angkasa luar. Penelitian-penelitian seharusnya diarahkan  berdasarkan isyarat Allah dalam Al Quran sehingga lebih efisien dan terarah. Mahasuci Allah yang telah menurunkan Kitab Al Quran yang menjadi pedoman hidup sampai akhir zaman. Kitab yang berisi isyarat-isyarat penemuan-penemuan baru ilmu pengetahuan terus-menerus, demi kemaslahatan umat manusia.

Kategori:Iman dan sains
  1. 8 Juli 2013 pukul 15:18

    Hi it’s me, I am also visiting this site daily, this web site is genuinely nice and the users are genuinely sharing nice thoughts.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: