Beranda > Iman dan sains > Anginkah yang Membelah Laut Merah Buat Nabi Musa A.S?

Anginkah yang Membelah Laut Merah Buat Nabi Musa A.S?

Antara – Rabu, 22 September

Washington, AS (ANTARA/Reuters) – Angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi, kata para ilmuwan Amerika Serikat, Selasa.

Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.

“Simulasi tersebut hampir cocok dengan bukti pada rombongan Musa,” kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.

Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.

Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.

Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.

Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.

Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.

“Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam,” kata mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.

“Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata,” kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum fisika.

Kategori:Iman dan sains
  1. arinugroho84
    24 September 2010 pukul 09:00

    Itu para fisikawan bule tolol,kalo kena angin 101km/jam orang2 jg modyar😀 mukjizat Tuhan kok di cari pk fisika.

  2. masdiisya
    24 September 2010 pukul 09:28

    itu salah satu dugaan secara analisis bagaimana cara membelah laut merah sehingga bisa disebrangi…bagaimana caranya orang-orang masih selamat dengan angin sebegitu cepatnya belum dipecahkan… imho hehehehe
    thx tuk kunjungannya

  3. alamo
    24 September 2010 pukul 13:01

    kalo emang angin kencang yang membelah Laut Merah
    kenapa Nabi Musa dan rombongannya tidak terhempas dan terbawa angin ya?
    Semua itu rahasia Allah semata

  4. masdiisya
    24 September 2010 pukul 14:21

    yup…itu masih misteri

  5. Busa_tio21
    24 September 2010 pukul 14:24

    “Angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter”.

    Trus dalamnya laut merah berapa meter? Lha itu angin harus secepat apa biar bisa menghempaskan air sampe dasarnya?
    Ada-ada aza…

  6. ftr
    24 September 2010 pukul 14:54

    Allahu Akbar… Kun..fayakun..

  7. masdiisya
    24 September 2010 pukul 15:07

    @busa
    menurut artikel yg lain bahwa para ilmuwan yang sama yakin bahwa “kejadian laut terbelah” itu bukan di laut merah, tapi terjadi di di daerah Delta Nil dimana sebuah sungai kuno diyakini menyatu dengan pesisir pantai. (sumber: http://www.antaranews.com/berita/1285252667/kisah-musa-membelah-laut-merah-mungkin-saja-terjadi)
    Jadi…penemuan ini masih sekitar dugaan yang masih jauh 100% dari kejadian aslinya….
    Tapi, saya sebagai penggiat fisika sangat tertarik.. hal ini membuktikan bahwa semua ilmu fisika benar-benar dari-Nya…namanya juga dugaan pasti ada ketidakcocokan…tetapi kita harus menghargai bahwa para ilmuwan tersebut menghayati ayat-ayat-Nya dari cara yang lain, yaitu sains (fisika)

  8. masdiisya
    24 September 2010 pukul 15:34

    ya…betul

  9. 24 September 2010 pukul 18:23

    Menurut Penelitian terbaru…fir’aun yang tenggelam bukan Ramses II tapi Mernetep anaknya?…betulkah bang?

  10. 24 September 2010 pukul 19:39

    itulah rahasia allah

  11. fruitionz
    24 September 2010 pukul 22:40

    menurut gw allah melakukan “kun fa ya kun” melalui hukum2 yg sudah ditetapkan =) walau bisa dijelaskan namun tidak semua hukum sudah dipahamin oleh manusia… karena keterbatasan nya…

  12. sangpenjelajahmalam
    25 September 2010 pukul 01:32

    subhanallah

  13. cantiko
    25 September 2010 pukul 07:27

    Islam itu agama yg masuk akal. Segala sesuatu yg terjadi di alam semesta itu adlh sunatuloh.

  14. 25 September 2010 pukul 17:50

    nice info gan…thanxx

    DOWNLOAD PERINGATAN KIAMAT SEBENTAR LAGI TERJADI !!!
    http://www.penuai.wordpress.com

  15. Tafridefraaz
    29 September 2010 pukul 01:25

    Fisika dan agama, hem… Bagus juga:mrgreen:

  16. AGUNG
    27 Oktober 2010 pukul 19:01

    KALAU ANGIN PASTI ROMBONGAN NYA TERBANG & MUNGKIN JUGA MASUK ANGIN KALIIIIII HEHEHEHEH

  17. masdiisya
    27 Oktober 2010 pukul 20:46

    minum tolak angin dueh xixixixi

  18. Farouk AS
    19 Februari 2011 pukul 16:16

    ITU MUKJIZAT ALLAH SWT,BOLEH2 SAJA PARA ILMUAN MELUNCURKAN PENEMUANNYA,DAN BARU TAHAPAN UJI COBA TEORI PRAKTEKNYA,NAMUN SETAHU SAYA KALAU TIDAK SALAH, SAYA MEMAHAMI BAHWA ILMU FISIKA,KEDOKTERAN DLL SERING BERTOLAK BELAKANG DENGAN HUKUM2 AGAMA,,,APA IYA YA..IBARAT AIR DAN MINYAK…HE HE

  19. Jabang Bayi
    28 Februari 2011 pukul 15:17

    Kun fa ya kun… itu proses…, proses sesuai dengan teori Allah,… Allah tak bakal ingkar dengan janjinya,…jadi tak mungkin Kun Allah itu se enak maunya Allah! pasti sesuai dengan teori yang telah dijabarkan pada manusia! Fakta yang nyata adalah Musa dengan TONGKATNYA mampu membelah budaya LAUT MERAH sehingga mencapai kehidupan hasanah, sementara Fir’aun tenggelam dan Binasa kedalam budaya LAUT MERAH yang dibinanya. “sebuah renungan”!

  20. firman
    23 Juli 2011 pukul 10:59

    lagian ngaco aja, Masa waktunya bisa pas disaat mereka sedang terdesak di kejar oleh pasukan firaun….tiba2 laut merah terbelah……peneliti kadang2 goblok juga>>>Udah itu Mukjizat yang di tunjukan Alloh SWT. ilmuwan tolol jangan pada sok tau.

  21. 18 Oktober 2011 pukul 13:18

    Muhammad SAW didalam suatu riwayat pernah menurunkan bulan dan menghidupkan orang yg sudah mati didalam kubur, bgaimana analis ttg ini ?

  22. 18 Oktober 2011 pukul 13:18

    Muhammad SAW didalam suatu riwayat pernah menurunkan bulan dan menghidupkan orang yg sudah mati didalam kubur, bgaimana analisis ttg ini ?

  23. 10 Mei 2012 pukul 13:46

    afwan boleh tahu apa dalilnya /referensi dari pernyataan ukhty yang diatas???Siapa tahu bisa bantu.

  24. yayan sp
    3 Januari 2013 pukul 09:14

    ….mudah mudahan kamu berpikir.

  25. 2 Juni 2014 pukul 00:33

    What’s up, just wanted to say, I loved this blog post.
    It was inspiring. Keep on posting!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: