Beranda > Sains Populer > Pemberhentian di 193,1 triliun kilometer berikutnya, planet mirip bumi!

Pemberhentian di 193,1 triliun kilometer berikutnya, planet mirip bumi!

Hasil pengamatan observatorium MW Keck di Hawaii, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang paling mirip dengan Bumi. Planet itulah kemungkinan bisa dihuni manusia. Sebelumnya, Badan Antariksa AS (NASA) juga menemukan planet mirip bumi, Kepler 9.

Planet itu bernama Gliese 581g, tapi Profesor Steven Vogt di University of California lebih senang menyebutnya ‘Dunia Zarmina’ –dari nama istrinya. Bersama astronom dari Carnegie Institution R Paul Butler, ia tidak secara langsung menemukan karena meneliti keenam planet yang mengitari orbit bintang Gliese terlebih dahulu. Ada yang terlalu panas, ada yang terlalu dingin. Pada planet ke-6, Gliese 581g, suhunya cocok.

Yang paling menarik dari planet Gliese 581g adalah, dia memiliki massa tiga sampai empat kali dari Bumi dan periode orbit hanya di bawah 37 hari. Hal ini mungkin menunjukkan planet itu berbatu dengan permukaan tertentu dan memiliki gravitasi yang cukup.

Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan planet ini antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celsius. Suhunya akan sangat terik saat posisinya menghadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap.

Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet ini, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus-menerus di siang hari. Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus-menerus.

Menurut Profesor Vogt, gravitasi di permukaan planet itu hampir sama atau sedikit lebih tinggi dari Bumi, sehingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini.

“Faktanya, kami mampu mendeteksi planet ini begitu cepat dan sangat dekat. Ini memiliki arti bahwa planet seperti ini benar-benar berciri umum, seperti Bumi,” jelasnya.

Penemuan para astronom itu dipublikasikan di media Astrophysical Journal dan juga diumumkan oleh National Science Foundation, Rabu 29 September 2010.

Gliese 581 dianggap sebagai “bintang cebol (dwarf),” hanya sepertiga dari matahari. Oleh karena itu, menurut Butler, Gliese 581 tidak akan bisa langsung terlihat dari teleskop biasa dari Bumi meski berada di konstelasi Libra.

Bukti Dukungan

Adalah Dr Ragbir Bhathal, ilmuwan dari University of Western Sydney yang mendeteksi sinyal aneh itu pada Desember 2008 — jauh sebelum diumumkan bahwa ada planet yang bisa dihuni mahluk hidup di orbit bintang cebol, Gliese 581.

Bhathal yang adalah anggota organisasi SETI (search for extraterrestrial intelligence) — organisasi yang bertujuan membuka kontak dengan kehidupan lain di luar Bumi — sedang mengamati langit ketika ia mendeteksi sinyal ‘mencurigakan’ dari area galaksi di mana Gliese 581g bermukim.

“Kami menemukan sinyal yang tajam, seperti laser yang selama ini kita cari-cari. Itulah yang kami temukan, dan kami sangat bersemangat,” kata Bhathal seperti dimuat situs Daily Mail, 1 Oktober 2010.

Berbulan-bulan setelah penemuannya, Bhathal yang punya reputasi sebagai ‘pemburu alien dari Australia’ menyapu langit untuk mencari sinyal kedua — untuk mencari tahu apakah fenomena itu adalah nyata atau justru kesalahan instrumen. Sayang, pencariannya tak menghasilkan apapun.

Ramai-ramai berkirim salam

Berita penemuan planet mirip Bumi di sekitar Gliese 581 – baik 581e dan 581d, membuat imajinasi publik makin liar.

Pembuat film dokumenter, RDF dan situs jejaring sosial, Bebo menggunakan teleskop radio di Ukraina untuk mengirim sinar informasi terfokus — berisi 500 pesan dari masyarakat dalam bentuk gelombang radio yang dirahkan ke Gliese 581.

Sementara, menteri keilmuwan Australia  saat itu mengorganisasi 20.000 pengguna Twitter untuk mengirim pesan ke bintang tetangga jauh Bumi di luar tata surya itu.

Sumber: vivanews, 30 september dan 2 oktober 2010

Kategori:Sains Populer
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: