Beranda > Sains Populer > Warsito, Pencipta Mata Tembus Pandang (4)

Warsito, Pencipta Mata Tembus Pandang (4)

Babak 4 The World is watching!

Warsito agak terkaget-kaget ketika mendapat bisikan dari koleganya, “Anda adalah pembicara paripurna termuda dalam sejarah kimia,” kata Prof. Liang. Ia bukan orang sembarangan. Guru besar ilmu kimia Ohio State University itu juga dikenal sebagai anggota tim penasihat bidang teknologi kimia untuk kongres Amerika Serikat.

Nah, orang yang dipuji Prof. Liang tentu bukan anak kemarin sore. Salah satu karya ilmiah Warsito pernah terpilih menjadi salah satu dari tiga Plenary Paper atau makalah terbaik di International Conference Liquid Solid Reactor Engineering di Delft, Belanda Agustus 1999. Artikel ilmiahnya itu dipresentasikan bersama artikel ilmiah seorang profesor terbaik Amerika Serikat dan seorang profesor terbaik Jerman.

“Dipilih menjadi Plenary Paper itu mimpi setiap profesor,”ujar Warsito seraya menjelaskan, terpilih menjadi Plenary Paper merupakan pencapaian puncak seorang peneliti. Biasanya yang masuk ke konferensi ini adalah profesor-profesor terbaik dunia.  “Mungkin satu-satunya peneliti yang terpilih tapi bukan profesor adalah saya. Saya baru dua tahun lulus S-3” ujarnya.

“Itu adalah sesi paripurna sebuah konferensi besar, yang dihadiri pakar dan professor dari seluruh dunia. Sepertinya tak ada penghargaan lebih besar dari itu, yang pernah saya rasakan dalam hidup saya. Bagaikan cerita di film.”

Ketika makalahnya terpilih sebagai yang terbaik (Plenary Paper) yang membuatnya tampil pada konferensi dunia, ia bertemu Profesor Liang Shih Fan dari Ohio State University, Amerika Serikat, lalu mengajak Warsito mengikuti program pasca doktoral pada 1999. Dia menerima tawaran itu. Maklum, tidak ada lembaga di Jepang yang bersedia menampungnya. Situasi Indonesia yang ketika itu kacau-balau mempengaruhinya untuk tidak kembali ke Tanah Air.

Berbekal riset tentang tomografi, dia menjadi satu dari 15 peneliti papan atas dunia di Industrial Research Consortium, Ohio State University. Sebuah lembaga riset terpandang yang menjadi acuan sejumlah perusahaan minyak raksasa di dunia semisal ExxonMobil, Conoco Phillips, dan Shell.

Di tengah kesibukan riset, ia meluangkan waktu menulis di sejumlah jurnal ilmiah bertaraf internasional. Tak jarang, ia juga dipercaya menjadi pembicara utama dalam sejumlah forum ilmuwan dunia.

Telah banyak karya yang dihasilkan Warsito. Beberapa di antaranya telah dipatenkan. Tahun 2000, misalnya, ia mematenkan teknologi ultrasonik untuk menghancurkan limbah organik seperti kotoran di dalam baju atau kotoran yang tidak terlihat seperti limbah. Kotoran-kotoran itu dihancurkan dengan gelombang ultrasonik menjadi air dan zat karbon. Teknologi inilah yang dipakai Hitachi untuk membuat mesin cuci ultrasonik.

Dengan teknologi ini pula, Warsito bisa menjernihkan air dengan mengendapkan partikel ukuran mikron yang biasanya tak mengendap. “Selama ini orang pakai zat koagulan (zat penggumpal) untuk membersihkan kolam. Dengan gelombang ultrasonik, partikel mikron juga bisa digumpalkan.

Tahun 2003, tomografi kapasitas 2D temuan Warsito dipatenkan, tepatnya sewaktu ia masih di AS. Lalu, algoritma untuk mengolah signal menjadi image 2D juga ia patenkan pada tahun yang sama.

Kategori:Sains Populer
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: