Beranda > Sains dalam sejarah > Kebebasan Bersilang-pendapat di Yunani

Kebebasan Bersilang-pendapat di Yunani

Arikel ini adalah lanjutan dari Antara Ilmu Gaib dan Ilmu Alam.

Selamat membaca!

Kebudayaan Yunani berjaya kira-kira antara 600 SM sampai dengan 200 M. Barat sudah lama mengakui Yunani sebagai akar budaya mereka, di samping kristen dari palestina. Belakangan mereka juga mengakui peran peradaban-peradaban lain, seperti Cina dan Islam.

Orang-orang Yunani memperlihatkan kebebasan berpikir dan memiliki komitmen untuk mencari kebenaran yang mengesankan. Ide Plato maupun Aristoteles bertahan selama ribuan tahun, tidak hanya berpengaruh di tempat penggagasnya saja. Lebih daripada itu, data ilmiah yang dikumpulkan oleh Ptolemeus dianggap cukup teliti oleh pengikutnya sampai 1.000 tahun kemudian.

Matematika sekarang kita anggap sebagai usaha abstrak dan sekuler, tapi tidak demikian di masa Yunani kuno. Phytagoras (585-500 SM), yang termashyur lewat dalil trigonometri, ternyata seorang guru kebatinan! Ia memimpin sekumpulan ahli hisab yang mencari keselamatan dengan bersemedi, berpuasa, dan berpikir. Semua anggota kelompok bersumpah untuk tetap merahasiakan pengetahuan mereka tentang bilangan-bilangan yang dianggap suluk (tasawuf, tarekat, atau mistik).

Dari kelompok inilah muncul pendapat bahwa lingkaran dan bola (sfera) adalah bentuk yang sempurna. Bumi, benda-benda langit, beserta lintasannya dianggap bundar semua. Gagasan ini melandasi segenap aspek astronomi selama ribuan tahun. Phytagoras beserta para murid mengelompokkan semua benda langit di alam ke dalam “jenjang rohani”, mulai dari benda-benda kasar di bumi, lalu semakin naik mencapai sejenis keilahian dalam benda-benda langit seperti Matahari dan bintang-bintang. Anggapan ini tetap berpengaruh pada masa selanjutnya.

Kelompok ahli hisab itu ingin memahami alam-semesta bukan cuma mengamati. Oleh karena itu mereka juga memasukkan sejumlah prasangka yang “masuk akal” mereka. Di dalam prasangka mereka memang tersirat keindahan, tapi seperti yang akan kita lihat dalam bahasan lain, justru banyak di antara prasangka mereka yang merintangi derap langkah penelitian astronomi.

Orang-orang zaman itu umumnya yakin bahwa bumi terpaku pada tempatnya, sementara benda langit lainnya mengitarinya. Memang ada pendapat yang berbeda, seperti dari kelompok Phytagoras. Mereka mengemukakan bahwa peredaran bintang-bintang dan matahari setiap hari dianggap lebih mudah dijelaskan sendainya bumi dianggap berputar pada porosnya. Pendapat ini memang tidak dihiraukan, terutama karena dianggap bertentangan dengan agama.

Di Yunani ada silang pendapat mengenai ukuran alam-semesta. Ada yang berpendapat bahwa alam-semesta relatif kecil, sedangkan lawannya mengatakan tak terhingga besarnya. Orang Yunani juga berselisih pendapat tentang hakikat materi, salah seorang diantaranya ialah Democritus, yang berpendapat bahwa di alam terdapat butiran paling kecil yang bernama atom. Butiran ini tak terhingga banyaknya dan tidak bisa dibagi lagi. Lawan kelompok ini berpendapat bahwa alam-semesta bisa dibagi-bagi terus-menerus tanpa batas.

Gelanggang intelektual di Yunani memang seru, malah mungkin kelewat seru. Problem yang dihadapi oleh perkembangan ilmu di Yunani serupa dengan yang terjadi di Mesopotamia dan Mesir. Tiga peradaban itu asyik-masyuk dengan pikirannya sendiri dan kurang mengamati fenomena alam. Sokrates, filsuf yang dihukum mati dengan cara minum secawan racun pada 339 SM, malah pernah berkatan bahwa astronomi hanya “pemborosan waktu”.

sumber: revolusi fisika dari alam gaib ke alam nyata, Gery van Klein

  1. 27 Juni 2014 pukul 02:07

    Hi, i read your blog from time to time and i own a similar one and i
    was just curious if you get a lot of spam feedback? If so how
    do you stop it, any plugin or anything you can recommend?
    I get so much lately it’s driving me crazy so any help is very much appreciated.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: