Beranda > Fisika, Sains Populer > Mengapa nyala api lilin berwarna kuning?

Mengapa nyala api lilin berwarna kuning?

Nyala api pada kompor gas saya berwarna biru, tetapi nyala lilin saat listrik mati berwarna kuning. Apa yang menyebabkan kedua nyala itu berbeda warna?

Ini menyangkut masalah berapa banyak oksigen tersedia untuk menyalakan bahan bakar. Oksigen yang banyak menyebabkan nyala berwarna biru, sedangkan oksigen yang terbatas menyebabkan nyala berwarna kuning. Mari kita perhatikan dulu nyala kuning terlebih dahulu.

Sebatang lilin sesungguhnya sebuah mesin pembuat nyala yang sangat kompleks. Pertama sebagian lilin harus meleleh, kemudian lilin cair itu harus bisa memanjat sumbu. Terus harus bias menguap menjadi gas, dan baru setelah itu dapat terbakar –bereaksi dengan oksigen dalam udara untuk membentuk karbon dioksida dan uap air. Ini proses yang sangat tidak efisien.

Supaya pembakaran itu bisa efisien 100 persen, lilin harus dapat diubah seluruhnya menjadi karbon dioksida dan air yang tidak kelihatan. Akan tetapi, nyala lilin tidak bisa mendapatkan oksigen yang diperlukannya kalau hanya mengambil udara di sekitarnya. Udara di sekitar lilin, yang sebetulnya kaya dengan oksigen, ternyata tidak sanggup mengalir cukup cepat untuk mengimbangi semua parafin (bahan pembentuk lilin) yang meleleh dan menguap, yang siap untuk dibakar.

Sementara itu, di bawah pengaruh panas, sebagian parafin yang tidak terbakar terurai menjadi partikel-partikel karbon yang sangat kecil. Partikel-partikel ini, karena panas dari pembakaran, menjadi berpendar, membara dengan cahaya berwarna kuning benderang. Maka itulah sebabnya nyala lilin berwarna kuning. Ketika partikel-partikel karbon yang berpendar mencapai bagian puncak nyala, hampir semuanya mendapatkan oksigen yang memadai untuk ikut terbakar juga.

bersambung ke artikel berikutnya …

Kategori:Fisika, Sains Populer
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: