Beranda > Fisika, Sains Populer > Mengapa nyala api lilin berwarna kuning (2)?

Mengapa nyala api lilin berwarna kuning (2)?

Sambungan dari artikel sebelumnya…

Hal yang sama terjadi pada lampu minyak tanah, api bakaran kertas, api unggun, kebakaran hutan, dan kebakaran rumah, semuanya mempunyai nyala berwarna kuning. Sebabnya hanya karena udara tidak dapat mengalir cukup cepat untuk membuat bahan bakar terbakar seluruhnya menjadi karbon dioksida dan air.

Jika kita tidak percaya ada partikel-partikel halus karbon yang tidak terbakar dalam nyala sebuah lilin, cukup sisipkan sebilah pisau ke dalam nyala api selama beberapa detik, untuk menangkap partikel-partikel itu sebelum terbakar. Pisau itu akan memperoleh selapis karbon berwarna hitam pekat yang tampak seperti beludru. Warna hitam tadi mungkin paling hitam di antara benda-benda hitam lain, dan digunakan dalam pembuatan tinta.

Di pihak lain, kompor dan panggangan gas memang menggunakan bahan bakar berwujud gas – jadi tidak memerlukan proses penguapan. Cara ini memudahkan kita bahan bakar bercampur denga udara sebanyak-banyaknya, sehingga reaksi pembakaran dapat berlangsung dengan cepat. Karena bahan bakar di sini terbakar hampir seluruhnya, kita mendapatkan nyala yang jauh lebih panas. Nyala api juga jernih dan transparan karena tidak dikotori oleh partikel-partikel karbon.

Ingin lebih panas lagi? Mengapa tidak mencampurkan oksigen murni, sebagai pengganti udara, dengan bahan bakar gas? Bagaimanapun, kandungan udara dalam oksigen hanya 20%. Sebuah glassblower menggunakan penyembur api yang mencampur oksigen dengan gas alam (metana) untuk menghasilkan nyala api dengan temperatur sekitar 1.600 derajat celcius. Penyembur api tukang las, yang juga disebut oxyaceletene torch, mencampur oksigen dengan asitelena, dapat menghasilkan nyala dengan temperatur sekitar 3.300 derajat celcius. Nyala api tersebut biru. Namun bis juga berwarna kuning apabila setelannya kurang pas sehingga gas bahan bakar tidak mendapaatkan oksigen yang memadai untuk pembakaran sempurna. Nyala kuning tersebut juga menghasilkan jelaga.

Selesai

Kategori:Fisika, Sains Populer
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: