Beranda > Renungan > Dia ada di setiap napas kehidupan

Dia ada di setiap napas kehidupan

di mana yang Dia tidak ada!?

Dia selalu ada dan akan selalu ada.

Tuhan selalu punya cara misterius untuk mengangkat derajat kehidupan seseorang, untuk memuliakan seseorang, untuk menyembuhkan penyakit seseorang, untuk mengangkat seseorang dari kesulitan. tapi Dia juga punya jutaan cara, bila Dia sudah berkenan untuk menjatuhkan seseorang dalam kehinaan, mencabut perbendaharaan rezeki yang dia berikan, dan dalam membuat orang sadar bahwa ada Dia di alam ini sebagai Tuhannya.

maka, ketika Dia menyentuh anda -dalam suka maupun duka, dalam kesenangan atau dalam penderitaan, dalam sehat atau dalam kesakitan, dalam kekayaan atau dalam kemiskinan, dalam kelebihan atau kekurangan, dan dalam kemuliaan atau kehinaan- pahamilah bahwa selalu ada peran Dia dalam kehidupan ini. pada akhirnya, kemampuan mengenali Tuhan, kemampuan merasakan kehadiran-Nya -di setiap napas kehidupan- menjadi demikian menentukan kedamaian hidup kita.

kelak ketika kita kaya, kita kaya dalam damai. ketika kita sejahtera, kita sejahtera dalam damai. begitu pula ketika kita menderita, kita menjalani penderitaan dalam kedamaian. tidak ada satupun situasi yang tidak kita jalani kecuali dengan hati yang selalu diliputi dengan kedamaian.

saya adalah seorang yang senang bicara, temukanlah Tuhan dalam penderitaan! sebab sejatinya Tuhan sedang menganugerahi anugerah-Nya lewat pintu penderitaan. kita mengenal Dia lewat sakit kita, bukankah ini anugerah! kita mendapatkan “pencucian dosa” dalam setiap gumpalan penderitaan dan kesusahan di dunia ini. bukankah ini juga anugerah? temukan dulu Tuhan, maka penderitaan kita bukanlah lagi sebuah penderitaan.

untuk mereka yang sedang diliputi kekayaan dan kesenangan, temukan juga Tuhan dalam kekayaan dan kesenangan anda. apa maksud Tuhan ketika Dia memberikan kekayaan buat anda? apa maksud Tuhan meneteskan kesenangan untuk anda? bila anda gagal menangkap pesan Tuhan, atau gagal merasakan peran-Nya di balik semua kekayaan dan kesenangan yang dirasa, maka sesungguhnya ia bukanlah kekayaan dan kesenangan yang sebenarnya.

carilah jalan yang bisa mengantarkan kita mengenal Tuhan kita dengan segala kemahaan-Nya. kita butuh Dia. butuh untuk menemani kita mengarungi hidup dan kehidupan, juga hidup setelah kematian.

inilah mungkin sedikit jawaban mengapa ada orang yang tidak merasakan kedamaian ketika kekayaan justru sedang ada di tangannya. karena kehidupannya sepi dari Tuhan.

inilah juga mungkin jawaban bagi meraka yang menderita, supaya penderitaanya bukan lagi dirasa sebagai sebuah penderitaan. yaitu menghadirkan Tuhan dalam penderitaannya.

hadirlah ya Tuhan, hadirlah di setiap napas kehidupan ini. agar kami bisa mencapai kesejatian kebahagiaan di dunia, dan di akhirat kelak. amin.

dari Kun Fayakun karya ustad Yusuf Mansyur.

Kategori:Renungan
  1. nurul hidayati
    6 Maret 2012 pukul 09:08

    Apakah itu berarti bahwa dalam setiap penderitaan manusia terjadi karena kemauan-Nya? kalau itu benar, mengapa Dia menginginkan seseorang menderita? bukankah Dia maha pengasih? dan mengapa Dia menciptakan manusia?

  2. 7 Maret 2012 pukul 02:50

    nurul hidayati :
    Apakah itu berarti bahwa dalam setiap penderitaan manusia terjadi karena kemauan-Nya? kalau itu benar, mengapa Dia menginginkan seseorang menderita? bukankah Dia maha pengasih? dan mengapa Dia menciptakan manusia?

    Yang baik bagimu belum tentu baik bagi di mata Allah, yang buruk bagimu belum tentu buruk di mata Allah…karena kita adalah hamba-Nya…dan pasti kita butuh Dia…dan Yusuf Mansyur telah “menemukan” Tuhan lewat penderitaanya (lihat artikel)….jika boleh memilih, kita mengenal Tuhan tidak seperti Yusuf Mansyur…namun tidak banyak orang seperti dia…bukankah kemiskinan seringkali membuat orang kalap bahkan balik seperti orang tidak mengenal Tuhan dengan mengabaikan ajaran agama kita? naudzubillah!…jadi yang ingin dikatakan oleh artikel ini adalah yuk mari kita mengenal Tuhan saat ini, sekarang, dan hari ini…karena kita tidak tahu dan akan berpegang pada siapa untuk menghadapi esok yang akan kita jelang…imho

  3. hujanmeteor
    8 Maret 2012 pukul 15:06

    Kedamaian dalam kesulitan..😀 Thx for share.

  4. masdiisya
    9 Maret 2012 pukul 18:58

    sama-sama sob

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: