Arsip

Archive for the ‘Fisika’ Category

Menguap di Jalan

29 Januari 2013 4 komentar

Asyik….ngeblog lagi. Setelah sekian lama tidak mengisi blog fisika ini.

Terkadang dalam menulis artikel merasakan kekurangan foto dari kejadian sehari-hari yang berhubungan atau sengaja dikaitkan dengan peristiwa fisika. Apalagi semakin ke sini gambar juga foto yang ‘berbau’ sains mulai memperhatikan sisi copyright. Salah-salah nempel foto/gambar kita akan dijerat hukum. Jadi, ketika ada kesempatan, baik alat dan sikon, ketika ada peristiwa yang menarik, segeralah untuk memotret.

Truk nitrogen

Truk nitrogen

Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Fisika, Uncategorized

Kalau air mau cepat masak, panci harus ditutup!

11 Maret 2012 3 komentar

sumber: blog.mightyleaf.comBegitulah kata-kata yang sering kita dengar agar air yang dimasak di panci cepat mendidih dan masak (atau matang). Mungkin selain itu, agar air tidak meluap ke kompor hingga api bahkan bisa padam.

Mengapa panci yang ditutup dapat mempercepat air menjadi masak? Mengapa hal ini bisa terjadi?

Jika kita anggap bahwa tutup panci berfungsi menahan panas yang hilang saat memasak, maka itu jawaban yang paling masuk akal. Dengan demikian, tutup panci berfungsi sebagai penahan panas sehingga panas semakin lama semakin bertambah di dalam panci. Akibatnya air akan cepat mendidih dan matang.

Penjelasan lebih lanjut.

Dalam memanaskan benda, fisika mengenalkan istilah titik didih. Artinya, ada saat ketika dalam suhu tertentu, benda mulai berubah wujud (tentunya menjadi gas). Setiap benda memiliki nilai titik didih yang berbeda-beda. Dan untuk air, ia memiliki titik didih yang cukup tinggi sehingga kita memerlukan pemanasan yang lebih lama. Belum lagi jika air yang kita masak dimasukkan zat-zat lain, yang kata fisika lagi, akan menambah nilai titik didih.

Kita telah tahu bahwa panas yang berasal dari api kompor merambat dari bawah panci ke air di bagian bawah, kemudian sedikit demi sedikit merambat ke bagian atas panci.Namun, tidak semua molekul air langsung menjadi panas. Satu persatu molekul air bergantian menjadi panas. Molekul air panas dari bawah bergerak ke atas, sebaliknya molekul air di atasnya yang masih belum panas terdesak sehingga turun ke bawah. Terjadi semacam estafet dengan pola gerakan menyerupai lingkaran. Kemudian, molekul air yang panas dan telah menjadi uap air mendesak ingin keluar, terbang ke udara.

Ada baiknya jika molekul uap air yang panas tadi jangan dibiarkan dulu terbang ke udara. Pada panci yang tertutup, molekul air yang berenergi tinggi itu tetap berada di dalam sementara energi mereka ikut memanaskan molekul-molekul air lainnya yang masih berwujud cair. Begitulah penjelasan mengapa dengan cara ditutup, air akan cepat mencapai titik didihnya dan matang.

Kategori:Fisika, Fisika SMP

Mengapa Listrik Statis Dihasilkan dari Bahan-bahan Isolator?

20 Februari 2012 3 komentar

Pada saat kita menggosok suatu benda dengan benda lain, kita bukan menciptakan muatan listrik. Akan tetapi, hanya memindahkan elektron (yang sudah ada disitu) yang bermuatan negatif dari suatu benda ke benda lain. Pemindahan elektron ini dapat terjadi dengan mudah atau sulit, bergantung pada ikatan elektron di dalam atom (buka kembali teori ikatan elektron yang digagas Neils Bohr). Apabila ikatan elektron pada atom sangat kuat, maka sulit untuk melepaskan elektron-elektron yang tidak bebas bergerak tersebut. Jika hal ini terjadi, maka benda tersebut digolongkan benda yang sukar menghantarkan atau mengalirkan muatan listrik. Benda itu disebut isolator (listrik) -untuk membedakan dengan isolator panas. Sebaliknya, apabila ikatan elektron pada atom sangat lemah sehingga mudah dilepaskan, maka benda tersebut dapat menghantarkan atau mengalirkan muatan listrik. Benda ini disebut konduktor listrik.

Walaupun ikatan elektron pada atom bahan isolator listrik sangat kuat, elektron-elektron tersebut dapat dipindahkan atau dilepaskan dari ikatan atom dengan cara menggosok. Pada saat kain wol dan mistar plastik (isolator listrik) digosok, elektron-elektron pada kain wol berpindah ke mistar plastik yang elektron-elektronnya tidak bebas bergerak. Elektron dari kain wol tetap berada pada mistar plastik sehingga mistar plastik kelebihan elektron dan bermuatan listrik negatif.

Pada bahan konduktor listrikpun kita dapat memberi muatan listrik dengan cara menggosok. Hal tersebut dapat dilakukan jika ada bahan isolator  yang bertindak sebagai tangkai pada bahan konduktor. Tangkai berbahan isolator itu sebagai pegangan tangan kita.

Pada saat kita menggosok bahan konduktor dengan cara memegangnya langsung dengan tangan, elektron-elektron pada bahan konduktor yang berpindah ke alat gosok digantikan oleh elektron-elektron yang berasal dari bumi atau tanah melalui tangan menuju bahan konduktor sehingga bahan konduktor tidak bermuatan listrik atau tetap netral.

Jadi, dapat disimpulkan listrik statis dihasilkan oleh bahan-bahan isolator listrik karena muatan tersebut diam dan tidak pindah ke mana-mana sampai ikatan elektronnya melemah dan kembali ke asalnya. Berbeda dengan bahan konduktor listrik, muatan yang dihasilkan langsung mengalir ke potensial listrik yang rendah, dalam hal ini bumi.

Ada  yang berpendapat berbeda? Silakan dikomentari.

Kategori:Fisika, Fisika SMA

Sepenggal Cerita Satelit Palapa A-1

17 Februari 2012 28 komentar

Nama indonesia mendunia setelah memiliki satelit komunikasi domestik Palapa-A1 yang diorbitkan Juli 1976 oleh badan antariksa amerika serikat (Nasa) dari kennedy space center, florida. Peresmian penggunaannya baru 17 agustus 1976, bertepatan HUT kemerdekaan ri ke-31. Pilihan membeli satelit dianggap keputusan tepat saat itu karena indonesia adalah negara kepulauan terpanjang di dunia dengan penduduk 130 juta jiwa (terbesar kelima saat itu).

Teknologi satelit buatan Boeing Satellite Systems ini identik dengan satelit Anik dan Westar milik Kanada dan amerika pada saat itu. Bahkan roket peluncurnya pun sama, yakni Delta 2914. Menariknya, pemerintah baru memesan awal februari 1975, berupa dua satelit (dengan Palapa A2), satu pusat pengendali, dan sembilan stasiun bumi. Walhasil, Boeing hanya punya waktu 17 bulan, yang kabarnya menjadi proyek tercepat yang pernah dikerjakan perusahaan dari chicago itu.

Satelit ini tingginya 3,5 m dan diameter 2 m. beratnya saat diluncurkan mencapai 574 kg, namun menjadi 297 kg di orbit. Palapa A-1 baru berhenti beroperasi Mei 1985 atau hampir dua tahun dari waktu yang seharusnya. Sementara Palapa A-2 yang diluncurkan Maret 1977, baru berhenti januari 1988 atau empat tahun dari masa operasi idealnya.

Sumber: intisari- juli 2010. PT intisari mediatama

Siapakah Alessandro Volta itu?

9 Februari 2012 1 komentar

Dalam dunia sains, Alessandro Volta dikenal sebagai penemu elemen volta atau cikal bakal sebuah baterai. Sesuai konsep listrik, baterai dikenal juga dengan sebutan elemen kering (atau dry cell). Bagaimana latar belakang, seorang Volta dapat menciptakan sebuah elemen listrik ?

Kali ini kita kembali ke abad-18 masehi.

Tahun 1786 Luigi Galvani, ahli fisiologi dan seorang teman Volta, mengaitkan kaki katak dengan kait tembaga kemudian disentuhkan dengan besi sehingga kaki katak tersebut berdenyut. Kemudian, ia menyimpulkan bahwa daging katak mengandung listrik. Delapan tahun (1794) kemudian, Volta menemukan bahwa listrik berasal dari logam, bukan daging katak.

Akhirnya terjadilah perdebatan ilmiah antara keduanya, baik orang-orang yang mendukung teori Galvani maupun teori Volta. Hal ini terjadi sampai 6 tahun ke depan. Akhirnya, Volta menemukan batere/elemen Volta tahun 1800 dan gugurlah teori Galvani.

Alessandro Volta (1745-1827) lahir di Como, Lombardia, Italia tanggal 18 Februari, sebagai seorang anak bangsawan. Ia mempunyai saudara kandung 9 orang, dan semuanya masuk biara kecuali Volta. Ia baru bisa bicara setelah umur 4 tahun sehingga keluarganya menganggap ia anak yang terbelakang. Tapi kemudian, setelah besar ia tumbuh normal. Uniknya pada  umur 14 tahun, ia dengan tegas ingin menjadi seorang ahli fisika!

Selama hidup, ia dikenal sebagai seorang ahli kimia, pangeran, guru besar, pengarang, penemu elemen, batere atau tumpukan Volta; juga penemu kondensator, eudimeter, pistol listrik, dan lampu udara. Ia juga mengembangkan elektroforus (1777) dan elektroskop. Ia  menemukan dan mengisolir gas metan (1778).

Volta meninggal di Como pada tanggal 5 maret 1827 pada umur 82 tahun.

Wuih…:) senang rasanya bisa nge-blog lagi. Alhamdulillah semoga koneksi internetnya bisa stabil terus.

Kemanakah lilin yang terbakar pergi?

7 Juli 2011 5 komentar

Kecuali sedikit lelehan di bagian bawahnya, yang mungkin juga menetesi taplak meja, lilin tersebut pergi ke tempat yang sama seperti yang dituju oleh bensin dan minyak ketika dibakar; yakni ke udara. Tentu saja dalam wujud yang secara kimia telah berubah.

Lilin biasanya dibuat dari parafin, yakni capuran hidrokarbon, bahan yang kita jumpai dalam minyak bumi. Seperti tersirat dalam namanya, molekul-molekul hidrokarbon hanya terdiri dari atas atom-atom hidrogen dan atom-atom karbon.

Ketika bahan ini terbakar, mereka bereaksi dengan oksigen dalam udara. Paduan karbon dan oksigen menjadi karbon dioksida, sedangkan paduan hidrogen dan oksigen menjadi air (mungkin tidak harus semuanya). Kedua produk ini berwujud gas pada suhu bakar, jadi semuanya terbang ke udara.

Banyak hidrokarbon lain yang kita bakar: metana dalam gas alam, propane dalam gas elpiji, butana dalam gas untuk pemantik rokok, korosin dalam kompor atau lampu minyak tanah, dan bensin dalam mesin kendaraan bermotor. Semuanya terbakar menjadi karbon dioksida dan uap air, yang kelihatannya menghilang dalam proses tersebut. Kertas, kayu, dan batu bara mengandung beberapa bahan lain yang tidak terbakar, maka yang dihasilkan ketika dibakar adalah karbon dioksida, air, dan abu.

Andai kita masih sulit percaya bahwa nyala api menghasilkan air, coba deh yang berikut ini:

Taruh beberapa bongkah es batu dalam sebuah panci aluminum yang kecil dan tipis, biarkan menjadi dingin, setelah itu pegang di atas nyala api sebatang lilin atau sebuah pemantik api gas. Beberapa saat kemudian, periksa bagian bawah panci, maka kita akan melihat uap air dari nyala api yang telah mengembun menjadi air.

baca juga:Apakah lilin dapat menyala tanpa sumbu?

Kategori:Fisika, Sains Populer

Mengapa kita saat keluar dari kolam renang akan menggigil?

31 Mei 2011 3 komentar

Ketika udara dingin, saat keluar dari kolam renang badan kita akan menggigil. Mengapa?

Ketika keluar dari kolam renang, di tubuh kita banyak terdapat air. Molekul-molekul air yang bergerak cepat akan terlepas dari tubuh.

Akibatnya air yang menempel di tubuh menjadi lebih dingin. Sisa air ini akan menyerap kalor dari tubuh kita, sehingga tubuh kita menjadi lebih dingin.

Untuk menaikkan suhu tubuh, tubuh kita bereaksi dengan cara menggerakkan seluruh anggota tubuh yaitu dengan menggigil.