Arsip

Archive for the ‘Renungan’ Category

Cerita Hikmah (1)

12 Maret 2012 1 komentar

bismillah

Salah seorang muallaf yang menjadi jamaah majlis syifa, suatu hari pernah punya kesusahan yang melebihi batas kemampuan finansial dan tenaganya. sebut saja pak sofyan. Ia punya istri yang sakit jantung (atau paru-paru…? saya lupa persisnya) yang agak-agak aneh yang mengharuskannya dirujuk ke rscm. Beliau mengaku, hari itu mendapat keajaiban dua kali sebab pasrah sama Sang Maha.

Ceritanya, ketika ia tahu istrinya kepayahan sakitnya, sedang sadar ia engga punya uang untuk ke rscm jakarta apalagi berobat, ia langsung menghadap Allah. Ia bangun hampir empat malam berturut-turut menjaga malam [tahajjud] hingga kemudian ia bawa istrinya ke rumah sakit terdekat. Ia bermunajat kepada Illahi Rabbi, bahwa ia pasrah dengan apa yang terjadi. ditambah lagi ia menjalani puasa. ia yakin betul, dengan menjalani tahajjud dan puasa (karena sedekah uang atau harta tidak bisa), ia bisa beroleh rahmat dan maunah [pertolongan] dari Allah. Dan keyakinannya terjawab.

Ketika mendapat surat rujukan dari dokter praktek di rumah sakit terdekat, ia bicara sedikit, “dok, bisa ga entar-entaran bawa ke rscm-nya?” dokter itu menjawab, “terserah bapak. semakin lama dibawa ke rscm, istri bapak semakin tidak terjamin kesembuhan dan keselamatan hidupnya.” dokter itu nanya lagi, “emangnya kenapa gitu …?” dokter ini engga nyangka dari tampang keturunannya, kalau pak sofyan ini orang susah, maklum muallaf. “saya harus ngumpulin dulu uang dulu cari pinjaman dululah buat ke jakarta…? jawab pak sofyan.

Pembicaraan ini didengar oleh dokter praktek yang lain, seorang dokter muda. kebetulan ia orang jakarta, dan kebetulan lagi tidak ada tugas. langsung saja dokter muda ini menyahut, ”oh kalau masalah itu mah, biar bapak numpang sama saya saja. nanti saya antar langsung ke  RSCM.” Allahu Akbar,  Allah Mahabesar. Tawaran ini membuat pak sofyan sudah cukup membuat air matanya menetes.

Dan, yang luar biasa, dokter muda lulusan trisakti ini kemudian menawarkan pak sofyan ke dokter kenalannya yang bersedia menanggung semua biaya pengobatannya. Dengan syarat menandatangi blanko pernyataan bahwa dokter tersebut yang menangani penyakit yang diderita istrinya. Ia mengaku, pernyataan pak sofyan amat mendukung legalitas kedokterannya lebih lanjut.

Begitulah. pak sofyan mendapatkan keajaiban dua kali sebab ia menghadapkan persoalannya kepada kebesaran Allah. Allah memang Mahakuasa. Dan pak sofyan sedang menunggu keajaiban-keajaiban yang lain, yaitu menunggu kesembuhan istrinya. 

Dari buku Kun Fayakun karya ustad Yusuf Mansyur dengan pengubahan seperlunya.

Kategori:Renungan

Dia ada di setiap napas kehidupan

2 Maret 2012 4 komentar

di mana yang Dia tidak ada!?

Dia selalu ada dan akan selalu ada.

Tuhan selalu punya cara misterius untuk mengangkat derajat kehidupan seseorang, untuk memuliakan seseorang, untuk menyembuhkan penyakit seseorang, untuk mengangkat seseorang dari kesulitan. tapi Dia juga punya jutaan cara, bila Dia sudah berkenan untuk menjatuhkan seseorang dalam kehinaan, mencabut perbendaharaan rezeki yang dia berikan, dan dalam membuat orang sadar bahwa ada Dia di alam ini sebagai Tuhannya.

maka, ketika Dia menyentuh anda -dalam suka maupun duka, dalam kesenangan atau dalam penderitaan, dalam sehat atau dalam kesakitan, dalam kekayaan atau dalam kemiskinan, dalam kelebihan atau kekurangan, dan dalam kemuliaan atau kehinaan- pahamilah bahwa selalu ada peran Dia dalam kehidupan ini. pada akhirnya, kemampuan mengenali Tuhan, kemampuan merasakan kehadiran-Nya -di setiap napas kehidupan- menjadi demikian menentukan kedamaian hidup kita.

kelak ketika kita kaya, kita kaya dalam damai. ketika kita sejahtera, kita sejahtera dalam damai. begitu pula ketika kita menderita, kita menjalani penderitaan dalam kedamaian. tidak ada satupun situasi yang tidak kita jalani kecuali dengan hati yang selalu diliputi dengan kedamaian.

saya adalah seorang yang senang bicara, temukanlah Tuhan dalam penderitaan! sebab sejatinya Tuhan sedang menganugerahi anugerah-Nya lewat pintu penderitaan. kita mengenal Dia lewat sakit kita, bukankah ini anugerah! kita mendapatkan “pencucian dosa” dalam setiap gumpalan penderitaan dan kesusahan di dunia ini. bukankah ini juga anugerah? temukan dulu Tuhan, maka penderitaan kita bukanlah lagi sebuah penderitaan.

untuk mereka yang sedang diliputi kekayaan dan kesenangan, temukan juga Tuhan dalam kekayaan dan kesenangan anda. apa maksud Tuhan ketika Dia memberikan kekayaan buat anda? apa maksud Tuhan meneteskan kesenangan untuk anda? bila anda gagal menangkap pesan Tuhan, atau gagal merasakan peran-Nya di balik semua kekayaan dan kesenangan yang dirasa, maka sesungguhnya ia bukanlah kekayaan dan kesenangan yang sebenarnya.

carilah jalan yang bisa mengantarkan kita mengenal Tuhan kita dengan segala kemahaan-Nya. kita butuh Dia. butuh untuk menemani kita mengarungi hidup dan kehidupan, juga hidup setelah kematian.

inilah mungkin sedikit jawaban mengapa ada orang yang tidak merasakan kedamaian ketika kekayaan justru sedang ada di tangannya. karena kehidupannya sepi dari Tuhan.

inilah juga mungkin jawaban bagi meraka yang menderita, supaya penderitaanya bukan lagi dirasa sebagai sebuah penderitaan. yaitu menghadirkan Tuhan dalam penderitaannya.

hadirlah ya Tuhan, hadirlah di setiap napas kehidupan ini. agar kami bisa mencapai kesejatian kebahagiaan di dunia, dan di akhirat kelak. amin.

dari Kun Fayakun karya ustad Yusuf Mansyur.

Kategori:Renungan