Arsip

Archive for the ‘Sains dalam sejarah’ Category

Lemari Es ala Einstein

23 April 2012 9 komentar

Lemari Es ala EinsteinKita telah mengenal seorang Einstein dengan teori Relativitasnya sehingga telah merumitkan semua orang untuuk memahami apa yang sebenarnya ia katakan -termasuk penulis. Ditambah rumusan foto elektrik hasil karyanya yang serta merta telah menambah kerutan di dahi. Oke, mungkin itu cukup buat seorang Einstein dalam berkarya. Akan tetapi masih ada lagi. Ya, ide Einstein tentang lemari es.

Dibantu para ilmuwan lain, Einstein telah mempatenkan desain lemari es-nya pada tahun 1930. Tidak banyak yang tahu akan sumbangsihnya ini.

Berbeda dengan lemari es yang menggunakan freon (kini zat ini telah dimodifikasi sehingga lebih ramah terhadap ozon) maka lemari es desain Enstein menggunakan amonia, butana, dan air sebagai sebagai zat pendinginnya. Lemari tersebut dipecaya lebih ramah lingkungan dan memerlukan energi yang lebih kecil, namun nilai efisiensinya masih kecil.

Suatu hari nanti mungkin akan bernilai jual lebih jika dibandingkan dengan lemari yang ada di pasaran. Tidak ada info lebih lanjut siapa yang mengembangkan ide lemari es-nya. Mungkin anda tahu?

Sepenggal Cerita Satelit Palapa A-1

17 Februari 2012 28 komentar

Nama indonesia mendunia setelah memiliki satelit komunikasi domestik Palapa-A1 yang diorbitkan Juli 1976 oleh badan antariksa amerika serikat (Nasa) dari kennedy space center, florida. Peresmian penggunaannya baru 17 agustus 1976, bertepatan HUT kemerdekaan ri ke-31. Pilihan membeli satelit dianggap keputusan tepat saat itu karena indonesia adalah negara kepulauan terpanjang di dunia dengan penduduk 130 juta jiwa (terbesar kelima saat itu).

Teknologi satelit buatan Boeing Satellite Systems ini identik dengan satelit Anik dan Westar milik Kanada dan amerika pada saat itu. Bahkan roket peluncurnya pun sama, yakni Delta 2914. Menariknya, pemerintah baru memesan awal februari 1975, berupa dua satelit (dengan Palapa A2), satu pusat pengendali, dan sembilan stasiun bumi. Walhasil, Boeing hanya punya waktu 17 bulan, yang kabarnya menjadi proyek tercepat yang pernah dikerjakan perusahaan dari chicago itu.

Satelit ini tingginya 3,5 m dan diameter 2 m. beratnya saat diluncurkan mencapai 574 kg, namun menjadi 297 kg di orbit. Palapa A-1 baru berhenti beroperasi Mei 1985 atau hampir dua tahun dari waktu yang seharusnya. Sementara Palapa A-2 yang diluncurkan Maret 1977, baru berhenti januari 1988 atau empat tahun dari masa operasi idealnya.

Sumber: intisari- juli 2010. PT intisari mediatama

Siapakah Alessandro Volta itu?

9 Februari 2012 1 komentar

Dalam dunia sains, Alessandro Volta dikenal sebagai penemu elemen volta atau cikal bakal sebuah baterai. Sesuai konsep listrik, baterai dikenal juga dengan sebutan elemen kering (atau dry cell). Bagaimana latar belakang, seorang Volta dapat menciptakan sebuah elemen listrik ?

Kali ini kita kembali ke abad-18 masehi.

Tahun 1786 Luigi Galvani, ahli fisiologi dan seorang teman Volta, mengaitkan kaki katak dengan kait tembaga kemudian disentuhkan dengan besi sehingga kaki katak tersebut berdenyut. Kemudian, ia menyimpulkan bahwa daging katak mengandung listrik. Delapan tahun (1794) kemudian, Volta menemukan bahwa listrik berasal dari logam, bukan daging katak.

Akhirnya terjadilah perdebatan ilmiah antara keduanya, baik orang-orang yang mendukung teori Galvani maupun teori Volta. Hal ini terjadi sampai 6 tahun ke depan. Akhirnya, Volta menemukan batere/elemen Volta tahun 1800 dan gugurlah teori Galvani.

Alessandro Volta (1745-1827) lahir di Como, Lombardia, Italia tanggal 18 Februari, sebagai seorang anak bangsawan. Ia mempunyai saudara kandung 9 orang, dan semuanya masuk biara kecuali Volta. Ia baru bisa bicara setelah umur 4 tahun sehingga keluarganya menganggap ia anak yang terbelakang. Tapi kemudian, setelah besar ia tumbuh normal. Uniknya pada  umur 14 tahun, ia dengan tegas ingin menjadi seorang ahli fisika!

Selama hidup, ia dikenal sebagai seorang ahli kimia, pangeran, guru besar, pengarang, penemu elemen, batere atau tumpukan Volta; juga penemu kondensator, eudimeter, pistol listrik, dan lampu udara. Ia juga mengembangkan elektroforus (1777) dan elektroskop. Ia  menemukan dan mengisolir gas metan (1778).

Volta meninggal di Como pada tanggal 5 maret 1827 pada umur 82 tahun.

Wuih…:) senang rasanya bisa nge-blog lagi. Alhamdulillah semoga koneksi internetnya bisa stabil terus.

Cara Google Mengenang Thomas Alva Edison

11 Februari 2011 1 komentar

Repost dari inilah.com

INILAH.COM, Jakarta – Sudahkah Anda mengakses Google hari ini? Heran dengan logo Google menampilkan lampu dan beberapa alat lain? Mari cari tahu.

Hari ini merupakan ulang tahun ke-164 Thomas Alva Edison. Untuk menandainya, Google menciptakan logo atau doodle baru. Logo Google kali ini menunjukkan beberapa penemuan Edison paling terkenal yang dibuat animasi menggunakan serangkaian 22 gambar jpg.

Logo menampilkan bola lampu berkedip di tempat huruf ‘L’, bola lampu pijar merupakan salah satu penemuan Edison terpenting yang merevolusi cara orang menerangi rumah mereka. Selain membuka jalan lebih banyak penemuan dan teknologi.

Edison tak hanya membuat satu penemuan. Ia memegang 1.093 paten Amerika Serikat (AS) serta Inggris, Prancis dan Jerman. Ia membuka stasiun listrik komersial di New York City yang melayani 85 pelanggan yang kini dimiliki salah satu studio film pertama ‘Black Maria’. Masih banyak prestasi lain penemu modern ini.

Logo baru Google memiliki sabuk bergerak, bola lampu berkedip dan elemen bergerak lain. Namun, semua ditampilkan dengan cara nostalgia, penghormatan yang cocok untuk seorang pria yang melahirkan versi awal keajaiban modern saat ini.

Logo baru ini muncul tiga hari setelah penghargaan lain untuk Jules Verne. Selamat Ulang Tahun Thomas Edison, bapak gadget dunia. [vin]

Kebebasan Bersilang-pendapat di Yunani

30 November 2010 1 komentar

Arikel ini adalah lanjutan dari Antara Ilmu Gaib dan Ilmu Alam.

Selamat membaca!

Kebudayaan Yunani berjaya kira-kira antara 600 SM sampai dengan 200 M. Barat sudah lama mengakui Yunani sebagai akar budaya mereka, di samping kristen dari palestina. Belakangan mereka juga mengakui peran peradaban-peradaban lain, seperti Cina dan Islam.

Orang-orang Yunani memperlihatkan kebebasan berpikir dan memiliki komitmen untuk mencari kebenaran yang mengesankan. Ide Plato maupun Aristoteles bertahan selama ribuan tahun, tidak hanya berpengaruh di tempat penggagasnya saja. Lebih daripada itu, data ilmiah yang dikumpulkan oleh Ptolemeus dianggap cukup teliti oleh pengikutnya sampai 1.000 tahun kemudian. Baca selanjutnya…

Alexander Graham Bell, Bukan Pencipta Telepon

28 November 2010 1 komentar

Ini bukan artikel hasutan, penyelewengan sejarah penemu telepon yang telah kita baca sejak SD atau bahkan di playgroup, atau saya sekedar mencari sensasi. Mungkin ada di antara pembaca sudah mengetahui berita ini dan menetapkan manakah yang diyakini sebagai “pencipta telepon sejati”.

Bermula dari latar belakang selentingan kabar dari seorang dosen saya bahwa sejarah penemu sering dimanipulasi untuk kepentingan orang atau kelompok tertentu. Menurut saya ini logis, karena penemuan biasanya berujung pada hak paten dan kehebatan dari hak patenlah seorang penemu bisa menjadi kaya raya. Sebuah contoh sistem kapitalis yang berjalan sempurna.

Argumen pertama: banyak tuntutan sebagai pemegang hak cipta telepon setelah Bell mematenkan teleponnya. Disebutkan ada 587 tuntutan ke perusahaan Bell, walaupun pada akhirnya Bell tidak pernah kalah. Salah satunya adalah yang diajukan oleh Professor Amos E. Dulbear yang menyatakan bahwa telepon ciptaan Bell (1877) adalah pengembangan dari telepon ciptaan seorang Jerman, yaitu Philip Reis, 1862. Yang waktu itu, telepon Reis telah diketahui oleh Kelvin, Henry, dan Edison.

Argumen kedua (atau ketiga menurut sumber) adalah artikel dari koran The Guardian, Senin 17 Juni 2002, yang berjudul “Bell did not invent telephone, US rules”. Diberitakan bahwa Kongres AS mengubah tokoh penemuan telepon ke seorang imigran Italia yang bernama Antonio Meucci, 113 tahun setelah kematiannya secara voting.

sumber: http://www.telephonetribute.com/telephone_inventors.html

Antara Ilmu Gaib dan Ilmu Alam

29 September 2010 Tinggalkan komentar

Kebudayaan Mesopotamia (sekarang Iran-Irak) bisa dibagi dalam dua zaman, yaitu zaman Sumeria (3000 SM- 2000 SM) dan Babilonia (2000 SM-500 SM). Mereka sudah lama mengembangkan matematika. Mereka mampu mengalikan, membagi, mencari akar-kuadrat, dan bahkan akar-kubik (akar pangkat tiga), serta menyelesaikan soal sesulit persamaan linier. Wow!

Bahkan kebudayaan Sumeria, yang lebih dahulu mendominasi kawasan itu, pernah menggunakan sistem bilangan desimal (berdasarkan angka 10). Namun sejak kira-kira 2500 SM sistem bilangan itu tidak dipakai lagi,dan diganti dengan sistem bilangan berdasarkan angka 60, sistem bilangan yang juga dipakai China! Baca selanjutnya…