Arsip

Posts Tagged ‘astronomi’

Jumlah Satelit di Tata Surya (sampai 2011)

7 Maret 2011 33 komentar

Jika jumlah satelit di tata surya yang kamu baca di buku-buku saat ini masih kurang dari 146 buah, maka keterangan tersebut tidak kekinian (update).

Satelit atau bulan merupakan benda langit yang bergerak mengorbit planet. Bumi kita mempunyai satelit alami, yaitu Bulan. Selain itu ada satelit buatan manusia yang diluncurkan untuk berbagai tujuan.

Astronomer telah menemukan 146 satelit di tata surya kita. Jumlah ini tidak termasuk 6 satelit pada planet-planet kerdil, juga satelit kecil yang mengorbit beberapa asteroid dan benda langit lainnya. Ada 21 satelit yang menunggu konfirmasi resmi tentang penemuan mereka. Adapun Merkurius dan Venus tidak mempunyai satelit.

Simak tabel beberapa nama satelit berikut:

Planet

Jumlah Satelit*

Nama Satelit

Diameter (km)

Bumi

 

1

 

Bulan

 

3.476

 

Mars

 

2

 

Phobos

Deimos

22

14

Jupiter

 

50 diketahui (+12 menunggu konfirmasi) Io

Europa

Ganymede

3.630

3.138

5.262

Saturnus

 

53 diketahui  (+9 menunggu konfirmasi) Pandora

Epimetheus

Janus

90

120

190

Uranus

 

27

 

Cressida

Desdemona

Juliet

66

58

84

Neptunus

 

13

 

Proteus

Triton

Nereid

416

2.700

340

Sumber: *) Berdasarkan sumber data NASA: http://sse.jpl.nasa.gov/planets/profile.cfm?Object=SolarSys&Display=Moons

Kategori:Astronomi, Fisika

Kebebasan Bersilang-pendapat di Yunani

30 November 2010 1 komentar

Arikel ini adalah lanjutan dari Antara Ilmu Gaib dan Ilmu Alam.

Selamat membaca!

Kebudayaan Yunani berjaya kira-kira antara 600 SM sampai dengan 200 M. Barat sudah lama mengakui Yunani sebagai akar budaya mereka, di samping kristen dari palestina. Belakangan mereka juga mengakui peran peradaban-peradaban lain, seperti Cina dan Islam.

Orang-orang Yunani memperlihatkan kebebasan berpikir dan memiliki komitmen untuk mencari kebenaran yang mengesankan. Ide Plato maupun Aristoteles bertahan selama ribuan tahun, tidak hanya berpengaruh di tempat penggagasnya saja. Lebih daripada itu, data ilmiah yang dikumpulkan oleh Ptolemeus dianggap cukup teliti oleh pengikutnya sampai 1.000 tahun kemudian. Baca selanjutnya…