Arsip

Posts Tagged ‘baterai’

Siapakah Alessandro Volta itu?

9 Februari 2012 1 komentar

Dalam dunia sains, Alessandro Volta dikenal sebagai penemu elemen volta atau cikal bakal sebuah baterai. Sesuai konsep listrik, baterai dikenal juga dengan sebutan elemen kering (atau dry cell). Bagaimana latar belakang, seorang Volta dapat menciptakan sebuah elemen listrik ?

Kali ini kita kembali ke abad-18 masehi.

Tahun 1786 Luigi Galvani, ahli fisiologi dan seorang teman Volta, mengaitkan kaki katak dengan kait tembaga kemudian disentuhkan dengan besi sehingga kaki katak tersebut berdenyut. Kemudian, ia menyimpulkan bahwa daging katak mengandung listrik. Delapan tahun (1794) kemudian, Volta menemukan bahwa listrik berasal dari logam, bukan daging katak.

Akhirnya terjadilah perdebatan ilmiah antara keduanya, baik orang-orang yang mendukung teori Galvani maupun teori Volta. Hal ini terjadi sampai 6 tahun ke depan. Akhirnya, Volta menemukan batere/elemen Volta tahun 1800 dan gugurlah teori Galvani.

Alessandro Volta (1745-1827) lahir di Como, Lombardia, Italia tanggal 18 Februari, sebagai seorang anak bangsawan. Ia mempunyai saudara kandung 9 orang, dan semuanya masuk biara kecuali Volta. Ia baru bisa bicara setelah umur 4 tahun sehingga keluarganya menganggap ia anak yang terbelakang. Tapi kemudian, setelah besar ia tumbuh normal. Uniknya pada  umur 14 tahun, ia dengan tegas ingin menjadi seorang ahli fisika!

Selama hidup, ia dikenal sebagai seorang ahli kimia, pangeran, guru besar, pengarang, penemu elemen, batere atau tumpukan Volta; juga penemu kondensator, eudimeter, pistol listrik, dan lampu udara. Ia juga mengembangkan elektroforus (1777) dan elektroskop. Ia  menemukan dan mengisolir gas metan (1778).

Volta meninggal di Como pada tanggal 5 maret 1827 pada umur 82 tahun.

Wuih…:) senang rasanya bisa nge-blog lagi. Alhamdulillah semoga koneksi internetnya bisa stabil terus.

Iklan

Apakah elektron yang keluar dari baterai kembali lagi ke baterai?

5 Mei 2011 16 komentar

Begitu sebuah baterai mengirimkan elektron-elektron ke dalam sebuah alat listrik, elektron-elektron itu mengalir melalui alat dan selanjutnya kembali ke baterai lagi, betulkah demikian?

Tidak persisi demikian. Dalam baterai, elektron-elektron memang pindah dari satu atom ke atom lain seperti kutu loncat. Tapi, tidak demikian halnya ketika listrik mengalir melalui seutas kawat atau sebuah rangkaian listrik yang rumit. Elektron-elektron tidak masuk begitu saja dari ujung kawat yang satu, melompat dari atom satu ke yang berikutnya, kemudian keluar dari ujung yang lain.

Katakanlah tegangan baterai mendorong elektron-elektron melalui seutas kawat dari kiri ke kanan. Yang sesungguhnya terjadi adalah tiap elektron menolak tetangga (yang tentunya berupa elektron) di sebelah kanannya, karena mereka sama-sama bermuatan megatif dan muatan yang sama cenderung tolak-menolak. Pada gilirannya elektron tetangga tadi juga menolak atau  mendorong elektron tetangganya di sebelah hilir (baterai), dan begitu seterusnya.

Ketika gelombang dorong-mendorong tadi akhirnya sampai ke ujung kawat -yang jauh lebih cepat ketimbang elektron pertama melompat-lompat sendiri menempuh belantara atom -efeknya tepat sama seolah-olah elektron di ujung akhir kawat sama dengan elektron di ujung awal kawat. Lagi pula, siapa yang dapat membedakan elektron satu dari yang lain? Bahkan sesama elektron pun tidak tahu. :mrgreen:

Kategori:Fisika, Fisika SMP