Arsip

Posts Tagged ‘bom TNT’

Si Eksentrik Fermi (2)

23 September 2010 23 komentar

Tim percobaan bom sangat terkesan, meski tidak terkejut, oleh sedikit improvisasi ilmiah yang cemerlang ini. Kejeniusan Enrico Fermi terkenal di seluruh dunia fisika. Pada tahun 1938 ia memperoleh hadiah nobel untuk karyanya dalam bidang fisika partikel elementer, dan empat tahun kemudian, di Chicago, menghasilkan reaksi inti berantai yang pertama, dengan demikian menghantar ke zaman senjata atom dan tenaga nuklir komersial. Tidak seorangpun fisikawan dalam generasinya, maupun setelah itu, yang merupakan jagoan eksperimen yang hebat sekaligus seorang teoritisi terkemuka. secara miniatur, potongan kertas kecil dan analisis gerakan potongan-potongan kertas kertas tersebut merupakan contoh gabungan anugerah yang unik.

Seperti semua ahli lainnya, Fermi mempunyai gaya tersendiri. Pendekatannya pada ilmu fisika tidak membolehkan adanya tantangan; tidak pernah terjadi padanya bahwa ia gagal memperoleh pemecahan suatu soal. Naskah ilmiah dan buku-bukunya tidak bertele-tele -suatu pilihan untuk jejak yang paling langsung alih-alih rute yang paling perlente secara intelektual menuju jawaban. Jika ia mencapai batas-batas kepandaiannya, Fermi menyelesaikan tugasnya dengan gaya yang kasar. Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Fisika

Si Eksentrik Fermi (1)

22 September 2010 1 komentar

Pada pukul lima duapuluh sembilan menit di suatu Senin pagi dalam bulan juli 1945, bom atom pertama di dunia diledakkan di padang pasir, enampuluh mil (96,5 km) di sebelah barat laut Alamogordo, New Mexico. Empat puluh detik kemudian, gelombang kejut ledakan mencapai pengkalan pusat, di mana para ilmuwan berdiri dalam perenungan yang mempesonakan melihat pertunjukan bersejarah tersebut. Orang yang pertama terpesona adalah seorang fisikawan berkebangsaan Italia-Amerika Enrico Fermi yang hadir untuk menyaksikan puncak dari suatu proyek yang telah ia bantu memulainya.

Sebelum bom atom di-detonasikan, Fermi merobek sehelai kertas buku catatan menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian, ketika ia merasakan getaran pertama dari gelombang kejut yang menyebar melalui udara, dilemparkannya potongan-potongan kertas itu ke atas kepalanya. Potongan-potongan tersebut melayang-layang turun ke bawah dan menjauhi awan berbentuk jamur yang terbentuk di kaki langit, dan mendarat kira-kira dua setengah yard (2,2 m) di belakangnya. Baca selanjutnya…

Kategori:Fisika