Arsip

Posts Tagged ‘cahaya’

Kok langit berwarna biru? (sebuah pertanyaan klasik)

4 Mei 2011 1 komentar

Langit tampak biru dengan alasan yang sama kenapa asap rokok berwarna biru; partikel-partikelnya yang sangat kecil membaurkan cahaya biru.

Tentu saja, udara murni (maksudnya udara yang bersih tanpa bercampur dengan bahan lain) tidak berwarna, artinya semua cahaya (warna) yang panjang gelombangnya dalam spektrum cahaya nampak dapat melewatinya tanpa penyerapan. Akan tetapi, udara mengandung molekul-molekul, bahkan sering terkotori dengan debu yang partikel-partikelnya kecil daripada gelombang cahaya nampak. Oleh karena itu menyebabkan sebagian cahaya terbaur.

Seperti dalam kasus partikel asap rokok, cahaya biru terbaurkan lebih banyak ketimbang warna-warna lain, yang cenderung berjalan lurus melalui udara tanpa perubahan arah yang berarti (atau perubahan arah cahaya mengakibatkan perubahan warna).

Ketika kita memandang ke langit, kita melihat semua warna dalam cahaya matahari yang datang ke arah kita, terutama dari arah yang agak menyerong -tergantung posisi matahari di atas kita. Akan tetapi, selian itu kita mendapatkan tambahan cahaya biru yang “dibaurkan” oleh udara dari berbagai arah. Oleh sebab itu, kita mendapatkan cahaya biru lebih banyak dari yang dikirimkan oleh matahari langsung kepada kita. Akhirnya, langit tampak lebih biru daripada cahaya mataharinya sendiri.

Kategori:Fisika, Sains Populer

Dari Elektronik ke Fotonik

Kamu telah belajar bahwa ada partikel kecil yang bernama elektron. Partikel ini diketahui bermuatan negatif dan dapat mengalir dari tempat potensial listrik tinggi ke potensial listrik terendah.

Interaksi di antara benda yang bermuatan atau memiliki elektron menghasilkan gaya listrik yang akhirnya menghasilkan gaya gerak listrik (ggl) ketika elektron bergerak.

Sumber ggl dapat kamu temukan pada baterai atau generator. Ketika mengalir, aliran elektron per sekonnya disebut sebagai arus listrik. Adapun usaha yang “mendorong” agar elektron mau bergerak diperlukan sejumlah beda potensial atau tegangan listrik. Kaitan antara arus dan tegangan, tidak lupa hambatan, dipergunakan dalam berbagai peralatan listrik. Karena memanfaatkan sifat elektron sehingga alat listrik sering disebut sebagai alat elektronik.

Perkembangan peralatan listrik akan semakin canggih karena sedang dikembangkan untuk menggunakan foton (baca cahaya) daripada elektron. Bidang studi yang memanfaatkan foton dalam peralatan disebut fotonik. Sifat dari foton jika dibandingkan dengan elektron adalah sebagai berikut.
1.      Gerak atau cepat rambat foton cahaya paling tidak mencapai tiga kali lebih cepat dibandingkan cepat rambat elektron. Oleh sebab itu, peralatan listrik yang berfungsi sebagai mesin penghitung, seperti komputer akan bekerja lebih cepat.
2.     Semua cahaya tidak dapat saling mengganggu (berinterferensi) kecuali jika cahaya-cahaya itu berasal dari satu sumber sehingga gangguan alat secara internal akan semakin jarang.
4.     Cahaya dapat merambat di dalam serat optis yang lebih ringan dibandingkan logam (tembaga) yang saat ini dipakai sebagai media aliran elektron. Dengan demikian ukuran alat akan semakin kecil dan ringan.
5.     Alat elektronik sekarang bekerja secara dua dimensi. Jika menggunakan cahaya, maka alat bisa bekerja secara tiga dimensi. Cara ini dimungkinkan pada media penyimpanan data.

Sumber: http://www.wikipedia.org

Kategori:Fisika