Arsip

Posts Tagged ‘materi fisika’

Dalam Fisika: Bayang-bayang atau Bayangan?

4 November 2010 10 komentar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (atau dari http://kamusbahasaindonesia.org/), kata bayang-bayang adalah bentuk perulangan dari kata bayang. Yang artinya:

  • n (1) ruang yang tidak kena sinar karena terlindung benda;
  • (2) wujud hitam yang tampak di balik benda yang kena sinar;
  • (3) gambar pada cermin, air, dan sebagainya;
  • (4) rupa (wujud) yg kurang jelas dalam gelap;
  • (5) (kiasan) gambar dalam pikiran; angan-angan; khayal;
  • (6) tanda-tanda akan terjadi sesuatu;
  • (7) sesuatu yang seakan-akan ada, tetapi sebenarnya tidak ada;
  • (8) sesuatu yang sudah siap bekerja bilamana diperlukan.

Jadi, dengan demikian kata bayang-bayang dan bayangan kurang lebih artinya sama. Untuk penerapan dalam fisika, arti yang berkenan dari poin 1 sampai 4. Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Fisika

Evaporasi (lanjutan)

30 Agustus 2010 3 komentar

Berikut adalah faktor-faktor yang mempercepat proses evaporasi:

  1. Suhu; walaupun cairan bisa evaporasi di bawah suhu titik didihnya, namun prosesnya akan cepat terjadi ketika suhu di sekeliling lebih tinggi. Hal ini terjadi karena evaporasi menyerap kalor laten dari sekelilingnya. Dengan demikian, semakin hangat suhu sekeliling semakin banyak jumlah kalor yang terserap untuk mempercepat evaporasi.
  2. Kelembapan udara; jika kelembapan udara kurang, berarti udara sekitar kering. Semakin kering udara (sedikitnya kandungan uap air di dalam udara) semakin cepat evaporasi terjadi. Contohnya, tetesan air yang berada di kepingan gelas di ruang terbuka lebih cepat terevaporasi lebih cepat daripada tetesan air di dalam botol gelas. Hal ini menjelaskan mengapa pakaian lebih cepat kering di daerah kelembapan udaranya rendah.
  3. Tekanan; semakin besar tekanan yang dialami semakin lambat evaporasi terjadi. Pada tetesan air yang berada di gelas botol yang udaranya telah dikosongkan (tekanan udara berkurang), maka akan cepat terevaporasi.
  4. Gerakan udara; pakaian akan lebih cepat kering ketika berada di ruang yang sirkulasi udara atau angin lancar karena membantu pergerakan molekul air. Hal ini sama saja dengan mengurangi kelembapan udara.
  5. Sifat cairan; cairan dengan titik didih yang rendah terevaporasi lebih cepat daripada cairan yang titik didihnya besar. Contoh, raksa dengan titik didih 357°C lebih susah terevapporasi daripada eter yang titik didihnya 35°C.

Baca selanjutnya…

Kategori:Fisika SMP

Mendidih, menguap, evaporasi: apa bedanya?

28 Agustus 2010 8 komentar

Petunjuk: ketiga istilah tersebut adalah peristiwa yang terkait dengan perubahan wujud, biasanya zat cair ke wujud gas. Namun, masing-masing memiliki pengertian yang berbeda.

Menguap (vaporization) adalah peristiwa dari perubahan wujud cair menjadi gas. Contoh mudahnya, air yang dipanaskan sampai menjadi uap air.

Sebelum air menjadi uap air seluruhnya, air harus melewati peristiwa yang disebut mendidih (boiling). Gelembung-gelembung udara muncul ketika peritiwa mendidih terjadi. Suhu ketika air mendidih disebut titik didih. Suhu ini diperlukan ketika kita ingin menghitung kalor yang dibutuhkan dalam proses perubahan wujud tersebut. Untuk setiap benda, besar titik didih berbeda-beda.

Baca selanjutnya…

Kategori:Fisika SMP