Arsip

Posts Tagged ‘review film’

Terminator Salvation: ide lama dalam cerita hambar

28 Mei 2009 3 komentar

terminator_salvationFilm: Terminator Salvation (21 Mei 2009, waktu rilis US)
Sutradara: Mcg
Pemain: Christian Bale (John Connor), Sam Worthington (cyborg, Marcus Wright), Anton Yelchin (young version dari Kyle Reese).

Yang suka mengikuti perkembangan sekuel film ini -sekarang sekuel film keempat Terminator (The Terminator, Terminator 2: Judgement day, dan Terminator 3: Rise of the machine), mungkin ingin merasakan sedikit kilasan yang terbentuk di kepala anda. Pertanyaan-pertanyaan yang  muncul, seperti bentuk dan model baru robot apa yang akan ditampilkan? Apakah Arnold Schwarzenegger tampil lagi seperti di film pertama dan sekuel selanjutnya? Karena Arnold adalah ikon dari film Terminator dengan quote-nya yang terkenal “I’ll be back” dan “astalavista baby”. Atau apakah manusia telah benar-benar memenangkan pertarungan dengan mesin?

Karena film sekuel, mungkin nyaman kalau ada referensi dari film sebelumnya, Terminator 3. Tapi ini film lama dan tayang 6 tahun lalu, jadi saya agak kesulitan dengan sambungan cerita apa yang mungkin sebenarnya belum terungkap di film sebelumnya dan kemudian dijelaskan di film terminator salvation ini. Pikir saya, film yang baik akan mengajak penontonnya membangkitkan memori lama, tapi di film ini tidak!

Plot film dimulai dengan seting waktu 2003, saat Marcus Wright dihukum suntik mati dan secara tertulis akan mendonorkan tubuhnya ke Cyberdyne System. Setahun berikutnya, Skynet (sistem mesin yang menghancurkan manusia) aktif dan film lalu maju ke tahun 2018. John Connor menyerang sebuah markas Skynet dan mengetahui di markas tersebut persiapan pembuatan Terminator baru dengan melibatkan eksperimen dari tawanan para manusia. Bersamaan dengan hancurnya markas itu, muncul Marcus yang selamat dari reruntuhan serta berjalan menuju LA.

Dalam cerita awal film ini ada aksi helikopter yang dipiloti John jatuh. Dipertontonkan adegan dari sudut pandang penumpang helikopter. Dari mulai melayang-layang di udara sampai jatuh ke tanah. So, serasa ditawarkan bagaimana rasanya jatuh dari pesawat. Selain itu ada adegan melawan T600 yang lumayan keren.

Hasil dari penyerangan markas skynet tersebut terungkap cara untuk “mematikan” para robot. Yaitu dengan mengeluarkan sinyal radio yang seakan memerintahkan robot untuk mematikan mesin dari pusat komando para robot. Kemudian, disepakati akan menyerang markas Skynet di San Fransisco empat hari kemudian karena ada daftar tembak mati bagi para pemberontak. Urutan nomor 2 adalah John Connor, sedangkan urutan ke-1 adalah Kyle Reese (ayah masa depan John: rujukan The Terminator, 1984). Akan tetapi, para pemimpin pemberontak tidak mengetahui pentingnya Kyle Reese dalam melawan Skynet.

Dalam perjalanannya ke LA, Marcus yang tidak tahu apa-apa bertemu dengan Kyle dan Star (anak kecil perempuan yang bisu) setelah selamat dari T600. Lagi-lagi aksi menegangkan kurang terlihat. Tapi, bagi anda yang suka dengan detil robot T600, anda akan terpuaskan. Selanjutnya Kylee menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ke Marcus. Dari siaran radio, mereka keluar dari LA untuk mencari para pemberontak. Akan tetapi, Kylee dan Star tertangkap setelah pertarungan dengan robot dan mereka digiring ke markas skynet. Kemudian Marcus bertemu pilot Blair (which is a she) untuk melanjutkan perjalanan menemui John. Karena terkena ranjau darat magnet di sekitar markas John (karena musuh mereka adalah robot dan pasti terbuat dari logam yang bereaksi dengan magnet), Marcus harus dioperasi. Di sinilah terungkap siapa Marcus sebenarnya sehingga bisa hidup sampai 2018. Alasan saya menjelaskan ranjau darat magnet karena ini petunjuk awal mengapa Marcus bisa terkena ranjau itu. Ya, Marcus kini adalah seorang cyborg (paduan mesin dan jaringan manusia) dan tentu saja Marcus shock karena percaya selama ini ia manusia utuh yang mempunyai kesempatan untuk hidup lagi! Namun, di kehidupan yang kedua ia terlahir sebagai cyborg.

Lihat! Di sini ada dua bagian subcerita yang terasa campur aduk antara usaha John untuk memerangi Skynet dan penelusuran indentitas asli Marcus, yang keduanya begitu menonjol. Dan menurut saya, hal ini begitu dipaksakan dan menelan terlalu banyak adegan sehingga drama film ini terasa hambar.

John tidak percaya Marcus manusia karena ia yakin Marcus adalah cyborg yang akan membunuh dirinya seperti yang diceritakan oleh film-film Terminator sebelumnya. Namun akhirnya John mengetahu keberadaan Kyle dari Marcus. Melalui tape radio, Sarah Connor membertitahu masa depan dan menegaskan bila John bingung maka “follow your heart” . Sebuah prinsip yang menjadi ikon umum dari film-film barat dan menurut saya bisa fatal bila salah digunakan. Mendengar kata hatinya, John melepaskan Marcus agar bisa melepaskan Kylee yang ditawan di markas Skynet.

Perintah para pemimpin pemberontak untuk menyerang markas Skynet secara bombardir total dan menghiraukan para tawanan di hari H ditolak John untuk menyelamatkan Kylee. Berkat bantuan Marcus, John bisa masuk ke ruang tahanan dan mengeluarkan para tahanan lainnya termasuk Kylee. Di saat itu juga Marcus mengetahui asal musabab dan tujuan ia dijadikan cyborg dari komputer pusat komando robot. Ia adalah robot mata-mata yang berkemampuan manusia hanya untuk membunuh John. Tapi Marcus menolak menjadi Cyborg suruhan untuk membantu Skynet. Ia kemudian bertarung dengan T800 agar John dan Kylee bisa keluar. Menarik T800 yang muncul adalah sosok Arnold yang sempat diceritakan di Terminator 3. Awas, ia muncul dengan -biasa- TELANJANG! Bagi yang bawa anak-anak dihapkan bimbingannya. Tapi, tidak jorok kok, tertutupi bayangan xixixixi. Setelah browsing sana-sini, ternyata sosok Arnold dalam T800 hanya CGI atau efek film saja.

Walaupun sinyal radio yang diyakini senjata ampuh melawan skynet adalah tipuan taktik dari skynet sehingga markas pemimpin pemberontak (di kapal selam) hancur, namun markas skynet akhirnya bisa dihancurkan. Akan tetapi, john jantungnya rusak dan Marcus bersedia mendonorkan jantungnya karena berharap John memiliki kesempatan kedua dalam hidupnya. The end.

Filmnya terasa kurang greget! Sekali lagi, dramanya tidak terlihat sehingga aksi-aksi maut duel antara mesin dan manusia terasa hambar. Hanya suara-suara keras dan gerakan-gerakan kamera yang terlalu cepat. Kecuali, jika anda ingin mengalami benturan-benturan keras dan suara peluru serta bom-bom yang dahsyat. Serta kayanya aksi tarung seakan tak berhenti dari awal film sampai akhir, sampai tuli telinga dibuatnya. Apalagi jika menonton di bioskop yang sistem suaranya oke. Saya nonton di XXI, wuih apa gak jebol tuh speaker, saat suara hentakan dan ledakan bom berkali-kali menggetarkan kursi!

Sayangnya, film sains fiksi ini tidak menawarkan ide cerita yang baru. Saya seakan menonton perulangan film saja. Ditambah dengan keseluruhan cerita film yang terasa hambar. Tampaknya akan ada lagi sekuel film Terminator pada tahun berikutnya, tapi saya sudah skeptis untuk mau menontonnya lagi!

Iklan
Kategori:Omongin film

Jangan Nonton Dragonball Evolution!!!

29 Maret 2009 91 komentar

Film Dragonball versi amerika yg ancur!

Pernyataan ini ditujukan bagi para penggemar dragonball yang sudah tau kisahnya Goku dari sejak brojol sampai mempunyai anak cucu. Aksi-aksi konyol. Tempat-tempat muskil. Bahkan aksi-aksi kejutan yang masih dikenang hingga kini. baik ketika melihat anime (film kartun) atau membaca komiknya. Tidak kebayang deh muka cemberut kalian yang akan terjadi! Melihatnya pun saya tidak mau, karena hal itu akan terjadi. Apalagi muka masam kalian akan ada di antara penonton anak-anak. Semua ini terjadi karena kalian, para senior, ingin mengeluarkan rasa penasaran ingin melihat ikon jagoannya difilmkan oleh orang amerika sana.

Ada tujuh tokoh yang muncul pada film Dragonball Evolution [DE] ini sesuai versi komiknya, yaitu Goku (tokoh utama), Cici, Gohan (ayah Goku), Bulma, Yamcha, Guru Yoshen,dan Piccolo (sebagai musuh Goku). Sementara ada satu tambahan karakter yang tidak ada di komik dan tugaskan sebagai asisten Piccolo (seorang cewek).

Pada awal film diceritakan bahwa piccolo dan bawahannya ozaru (monyet besar) datang dari luar galaksi untuk mengganggu bumi dan pada waktu itu telah berhasil dipenjara
di dalam mangkuk yang telah dimantrai oleh para biksu.Kini,entah bagaimana caranya, Piccolo bebas dan kembali untuk menghancurkan bumi dengan bantuan bola naga.Saat pertama kali anda lihat filmnya, si tokoh utama Goku mempunyai ayah bernama Gohan…??? Bukannya kebalik! Lalu karena Goku masih remaja, setelah lumayan jago
berkelahi ia minta ayahnya mengajarkannya untuk bisa menarik perhatian cewek di sekolahnya. Ini jelas, american style! Sehingga kalian akan tau segera endingnya, si tokoh menang dan mendapat ciuman sebagai hadiahnya. Sial!

Cerita dilanjutkan dengan pencarian Piccolo yang menginginkan ketujuh bola dengan cara yang sadis dan kejam melalui asistennya.Sementara itu, Cici adalah teman sekolah Goku yang cantik dan telah menjadi pacar dari seorang pria yang kaya dan belagu. Bulma muncul ketika Gohan, ayah goku, mati dan kemudian meraka saling kerjasama.Tujuan pertama kali mereka adalah mengantarkan Goku ke Guru Yoshen (diperankan oleh Con yun Fat) karena itu amanat terakhir dari Ayah Goku.Menarik untuk melihat penggunaan Capsul (yang meledak keluar asap dan tiba-tiba berubah menjadi benda-benda), pada film ini visualisasi capsul digambarkan dengan lebih ilmiah. Capsul itu berubah dari ukuran kecil ke bentuk aslinya dengan cara membentuk satu persatu bagian benda dengan cepat. Seperti film Transformer. Jujur,lumayan canggih efeknya!

Setelah bertemu, mereka berupaya dalam dua hari untuk mengumpulkan sisa ketujuh bola naga agar koleksi Piccolo tidak komplit.Dalam pencarian itu, Yoshen melatih Goku dasar-dasar jurus kamehameha.Di sini diperlihatkan juga karakter Yoshen yang genit ke Bulma. Bagi orang yang nonton ini merupakan bumbu humor, but to me…it’s NOT! Con Yut Fat jadi genit!?…sorry gak pas. Mereka juga bertemu Yamcha yang awalnya berniat merampok mereka tapi kemudian mereka bersama-sama satu tujuan.

Karena waktu mendesak, Youshen memutuskan untuk kembali ke istana naga (kalo gak salah) untuk membuat kembali wadah penjara bagi Piccolo yang dimantrai para biksu. Dengan konsekuensi, ketika Youshen menggunakannya ia akan mati.Juga di tempat ini juga Goku harus bisa menguasai jurus kamehameha dengan bimbingan Youshen untuk mengalahkan Piccolo.Karena sulit, Cici pun datang dan memberi semangat. Sayang, ketiga bola naga yang ada dicuri oleh asisten Piccolo yang menjadi Cici saat mereka di sini. Asisten Piccolo tersebut mampu menjadi Cici (kloning) karena mengambil darah Cici saat mereka bertarung dalam sebuah turnamen bela diri.Akhirnya, Piccolo pun berhasil mengumpulkan semua bola naga dan bersiap memanggil naga silong.

Saat Piccolo memanggil Silong, ia diganggu oleh jurus Youshen yang datang bersama Goku, Bulma, dan Yamcha. Keempatnya berada di dalam mobil yang bisa terbang. Singkatnya, terjadi pertarungan antara mereka. Yang pertama kali maju adalah Goku. Namun, saat itu terjadi gerhana bulan dan Goku berubah menjadi monyet besar. Piccolo bercerita bahwa monyet besar itulah ozaru sehingga Goku berada di bawah kontrolnya. Akibanya, Youshen yang sudah kalah di cekik oleh ozaru dan Bulma serta Yamcha harus menjauh dari pertarungan.

Keajaiban film terjadi, bayangan Gohan muncul dan Goku kembali ke wujud aslinya dan mengalahkan Piccolo dengan jurus kamahameha dalam satu kali pukul. Booringg!!! Dan
yang tambah boring lagi setelah Silong muncul yang Goku minta adalah menghidupkan -khusus- Guru Youshen. Padahal bisa saja ia minta untuk menghidupkan kembali semua warga bumi yang mati gara-gara Piccolo. Karena hal ini adalah permintaan yang selalu diminta setiap kali Silong muncul (versi komik) akibat musuh-musuh Goku.

Akhirnya Goku mendapat kiss deh, dari Cici dan THE END!
catt: kalo ada informasi yang keliru mohon koreksinya ya

Kategori:Omongin film