Arsip

Posts Tagged ‘satelit palapa’

Sepenggal Cerita Satelit Palapa A-1

17 Februari 2012 28 komentar

Nama indonesia mendunia setelah memiliki satelit komunikasi domestik Palapa-A1 yang diorbitkan Juli 1976 oleh badan antariksa amerika serikat (Nasa) dari kennedy space center, florida. Peresmian penggunaannya baru 17 agustus 1976, bertepatan HUT kemerdekaan ri ke-31. Pilihan membeli satelit dianggap keputusan tepat saat itu karena indonesia adalah negara kepulauan terpanjang di dunia dengan penduduk 130 juta jiwa (terbesar kelima saat itu).

Teknologi satelit buatan Boeing Satellite Systems ini identik dengan satelit Anik dan Westar milik Kanada dan amerika pada saat itu. Bahkan roket peluncurnya pun sama, yakni Delta 2914. Menariknya, pemerintah baru memesan awal februari 1975, berupa dua satelit (dengan Palapa A2), satu pusat pengendali, dan sembilan stasiun bumi. Walhasil, Boeing hanya punya waktu 17 bulan, yang kabarnya menjadi proyek tercepat yang pernah dikerjakan perusahaan dari chicago itu.

Satelit ini tingginya 3,5 m dan diameter 2 m. beratnya saat diluncurkan mencapai 574 kg, namun menjadi 297 kg di orbit. Palapa A-1 baru berhenti beroperasi Mei 1985 atau hampir dua tahun dari waktu yang seharusnya. Sementara Palapa A-2 yang diluncurkan Maret 1977, baru berhenti januari 1988 atau empat tahun dari masa operasi idealnya.

Sumber: intisari- juli 2010. PT intisari mediatama

Iklan

Indonesia punya satelit juga loh!

26 Maret 2011 2 komentar

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan segera meluncurkan Satelit Telkom 3. Satelit ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan data di daerah teresterial yang sulit dijangkau.

“Satelit Telkom-3 akan memperkuat jaringan dengan mengatasi kebutuhan saluran yang belum terjangkau jaringan teresterial serat optik,” ujar Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication Telkom dalam keterangannya yang dikutip di acara sharing session Satelit Telkom 3 dengan para pengguna layanan Satelit Telkom di Jakarta, Kamis 24 Maret 2011.

Eddy menjelaskan, proyek Satelit Telkom-3 yang bernilai total sekitar US$200 juta atau setara Rp1,7 triliun itu saat ini tengah dibuat di pabrik satelit ISS-Reshetnev Rusia dengan sub sistem komunikasi yang dibuat oleh Thales Aleniaspace Prancis.

“Satelit Telkom-3 akan diluncurkan dengan peluncur Proton M-breeze pada akhir tahun ini,” tutur Eddy. “Selain untuk keperluan komersial, Satelit ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur ICT serta memenuhi keperluan pemerintah dalam kaitan pertahanan dan keamanan (militer), maupun mendukung operasional perusahaan-perusahaan milik pemerintah,” tuturnya.

Di Indonesia, saat ini lebih dari 160 transponder dimanfaatkan untuk GSM backhaul, jaringan data, dan penyiaran. Sementara itu, pasokan domestik yang dilakukan oleh Telkom kurang lebih 101 transponder.

Saat ini, keperluan penyiaran (broadcast), 3G, Internet, Triple Play dan Quardraple meningkat secara signifikan.

Sementara itu, Satelit Telkom-3 berkapasitas setara dengan 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext. C-band dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band. Cakupan geografis Satelit Telkom 3 mencakup: Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia) serta Ku-Band (Indonesia). Baca selanjutnya…

Kategori:Astronomi, Fisika