Arsip

Posts Tagged ‘massa’

Timbangan: mengukur berat atau massa?

22 November 2010 16 komentar

Timbangan (scale) memiliki bagian penting, yaitu pegas. Kamu sudah tahu bahwa neraca pegas digunakan untuk mengukur besar gaya. Karena berat adalah gaya, maka pegas juga digunakan untuk mengukur berat.

Pada timbangan, ketika kamu berdiri di atasnya, pegas tertekan sehingga pegas menciut. Pegas tersebut dihubungkan dengan jarum penunjuk. Sehingga ketika pegas tertekan, jarum penunjuk berputar.

Di ujung jarum penunjuk terdapat angka-angka. Semula akan dituliskan angka-angka ini dalam satuan newton, karena memang yang diukur adalah gaya. Namun, angka-angka itu dibagi dengan besar medan gravitasi bumi atau g. Kemudian, jadilah angka-angka itu dalam satuan kilogram yang  merupakan satuan dari massa.

ingat: w = mg (w = berat; m = massa; g= besar medan gravitasi)

Kesimpulannya, ketika kamu di atas timbangan, yang diukur sebenarnya adalah berat bukan massa, walaupun yang tercantum di timbangan adalah satuan massa.

Dengan demikian, ketika kamu bawa timbangan tersebut untuk mengukur benda yang sama di tempat yang berbeda besar gaya gravitasinya, misalnya bulan. Maka, timbangan akan menunjukkan hasil yang berbeda. Karena besar medan gravitasi di bulan 1/6 dari gravitasi bumi, maka ketika kamu berdiri di atas timbangan dan tertulis 60 kg, maka di bulan akan tertulis 10 kg.

Iklan
Kategori:Fisika

Massa dan Inersia

7 Oktober 2010 1 komentar

Sebagai mana yang kamu tahu, inersia adalah sebagai kecenderungan benda untuk mempertahankan kedudukannya. Kamu dapat mengamati hal ini dalam kehidupan sehari-hari. Contoh, mendorong mobil mogok lebih sulit daripada mendorong sepeda motor mogok. Dengan cara yang sama, untuk menghentikan mobil lebih sulit dariapda menghentikan sepeda motor. Mobil lebih sulit diubah gerakannya karena inersia mobil lebih besar daripada inersia motor. Contoh lain untuk perbandingan inersia ini adalah kantong pasir. Untuk kantung pasir yang berukuran besar, mempunyai inersia lebih besar daripada yang berukuran kecil sehingga pengaruh pukulan sangat kecil.

Pada awalnya, Newton menjelaskan massa sebagai jumlah materi. Setelah penelitiannya tentang inersia, ia menganggap massa sebagai ukuran inersia. Benda dengan massa yang lebih besar mempunyai inersia yang lebih besar juga sehingga kantung pasir yang massanya besar mempunyai inersia yang lebih besar daripada kantung pasir yang massanya kecil. Dengan demikian,, dengan massa yang lebih besar sulit untuk diubah gerakannya.